Ini Akibat Mengerikan ketika Israel Menjadi Polisi Nuklir di Timur Tengah
Kamis, 26 Oktober 2023 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Senjata Nuklir Israel 'Memangsa' Penduduknya Sendiri : Terpapar Radiasi Berbahaya
Bom-bom juga dipasang di kantor-kantor dan rumah-rumah para pejabat pemasok kunci Irak di Italia dan Perancis pada tahun itu.
Kemudian pada 13 Juni 1980, Dr. Yahya Meshad, seorang ahli fisika nuklir Mesir yang bekerja pada Komisi Energi Atom Irak, terbunuh di Paris di dalam kamarnya.
Meshad berada di Paris untuk memeriksa uranium yang telah diperkaya yang hendak dikapalkan sebagai bahan bakar utama bagi reaktor Irak. Menurut seorang Israel yang membelot dari Mossad, Victor Ostrovsky, Meshad adalah korban dari agen-agen rahasia Israel.
Di Amerika Serikat para pendukung Israel bersedia menghambat usaha-usaha pemerintah untuk merintangi proliferasi di negara-negara lain jika tindakan-tindakan semacam itu dapat mengancam Israel.
Wakil Rakyat dari partai Demokrat Stephen J. Solarz dan Jonathan B. Bingham, keduanya dari New York, membatalkan amandemen mereka untuk melarang bantuan ke negeri-negeri pembuat senjata nuklir setelah Kementerian Luar Negeri memberi informasi bahwa Israel mungkin akan terkena larangan tersebut.
Baca juga: Iran Sudah Bidikkan Rudalnya ke Situs Senjata Nuklir Israel!
Setelah mendapat penerangan singkat dari Wakil Menteri Luar Negeri James L. Buckley, Solarz berkata: "Kami tidak ingin mendapati diri kami berada dalam posisi di mana kita secara kurang hati-hati dan sembrono menciptakan suatu situasi yang mungkin dapat mendorong dipotongnya bantuan ke Israel. Mereka meninggalkan kesan bahwa permintaan itu akan mendorong penemuan oleh pemerintah bahwa Israel telah menciptakan bom."
Bom-bom juga dipasang di kantor-kantor dan rumah-rumah para pejabat pemasok kunci Irak di Italia dan Perancis pada tahun itu.
Kemudian pada 13 Juni 1980, Dr. Yahya Meshad, seorang ahli fisika nuklir Mesir yang bekerja pada Komisi Energi Atom Irak, terbunuh di Paris di dalam kamarnya.
Meshad berada di Paris untuk memeriksa uranium yang telah diperkaya yang hendak dikapalkan sebagai bahan bakar utama bagi reaktor Irak. Menurut seorang Israel yang membelot dari Mossad, Victor Ostrovsky, Meshad adalah korban dari agen-agen rahasia Israel.
Di Amerika Serikat para pendukung Israel bersedia menghambat usaha-usaha pemerintah untuk merintangi proliferasi di negara-negara lain jika tindakan-tindakan semacam itu dapat mengancam Israel.
Wakil Rakyat dari partai Demokrat Stephen J. Solarz dan Jonathan B. Bingham, keduanya dari New York, membatalkan amandemen mereka untuk melarang bantuan ke negeri-negeri pembuat senjata nuklir setelah Kementerian Luar Negeri memberi informasi bahwa Israel mungkin akan terkena larangan tersebut.
Baca juga: Iran Sudah Bidikkan Rudalnya ke Situs Senjata Nuklir Israel!
Setelah mendapat penerangan singkat dari Wakil Menteri Luar Negeri James L. Buckley, Solarz berkata: "Kami tidak ingin mendapati diri kami berada dalam posisi di mana kita secara kurang hati-hati dan sembrono menciptakan suatu situasi yang mungkin dapat mendorong dipotongnya bantuan ke Israel. Mereka meninggalkan kesan bahwa permintaan itu akan mendorong penemuan oleh pemerintah bahwa Israel telah menciptakan bom."
(mhy)
Lihat Juga :