Kisah Hijrahnya Nabi Ibrahim ke Palestina, Sempat Pergi ke Mesir
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Ka'ab Al-Ahbar menyatakan, bumi yang dimaksud adalah Haran.
Seperti telah kami sebutkan sebelumnya bersumber dari Ahli Kitab, Ibrahim pergi meninggaikan bumi Babilon bersama keponakannya, Luth, saudaranya, Nahur, istrinya, Sarah, dan istri saudaranya, Malik.
Mereka singgah di Haran, lalu Tarikh, ayah Ibrahim, meninggal dunia di sana.
As-Suddi mengatakan, “Ibrahim dan Luth pergi menuju Syam. Ibrahim kemudian bertemu Sarah—putri Raja Haran—ia mencela agama yang dianut kaumnya. Ibrahim kemudian menikahinya dengan syarat Ibrahim tidak boleh membuatnya cemburu.” (HR Ibnu Jarir). "Hadits ini gharib," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Khalilullah
Menurut riwayat yang masyhur, Sarah adalah saudara sepupu Ibrahim, putri pamannya Haran, di mana negeri Haran dinisbatkan padanya.
Keliru dan tidak berdasar jika ada yang menyatakan bahwa Sarah adalah putri saudara Ibrahim, Haran, sekaligus saudari Luth, seperti yang disampaikan As-Suhailai dari Al-Qutaibi. "
Juga tidak berdasar jika ada yang menyatakan bahwa menikahi keponakan pada masa itu disyariatkan," kata Ibnu Katsir.
Dengan asumsi ketentuan tersebut pernah disyariatkan pada suatu masa, seperti yang dinukil dari para pendeta Yahudi, toh para nabi tidak ada yang melakukan praktik seperti itu. Wallahu a'lam.
Ahli kitab menyebutkan, saat Ibrahim tiba di Syam, Allah mewahyukan kepadanya, “Sungguh, Aku menjadikan negeri ini untuk para keturunanmu sepeninggaimu.”
Seperti telah kami sebutkan sebelumnya bersumber dari Ahli Kitab, Ibrahim pergi meninggaikan bumi Babilon bersama keponakannya, Luth, saudaranya, Nahur, istrinya, Sarah, dan istri saudaranya, Malik.
Mereka singgah di Haran, lalu Tarikh, ayah Ibrahim, meninggal dunia di sana.
As-Suddi mengatakan, “Ibrahim dan Luth pergi menuju Syam. Ibrahim kemudian bertemu Sarah—putri Raja Haran—ia mencela agama yang dianut kaumnya. Ibrahim kemudian menikahinya dengan syarat Ibrahim tidak boleh membuatnya cemburu.” (HR Ibnu Jarir). "Hadits ini gharib," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Khalilullah
Menurut riwayat yang masyhur, Sarah adalah saudara sepupu Ibrahim, putri pamannya Haran, di mana negeri Haran dinisbatkan padanya.
Keliru dan tidak berdasar jika ada yang menyatakan bahwa Sarah adalah putri saudara Ibrahim, Haran, sekaligus saudari Luth, seperti yang disampaikan As-Suhailai dari Al-Qutaibi. "
Juga tidak berdasar jika ada yang menyatakan bahwa menikahi keponakan pada masa itu disyariatkan," kata Ibnu Katsir.
Dengan asumsi ketentuan tersebut pernah disyariatkan pada suatu masa, seperti yang dinukil dari para pendeta Yahudi, toh para nabi tidak ada yang melakukan praktik seperti itu. Wallahu a'lam.
Ahli kitab menyebutkan, saat Ibrahim tiba di Syam, Allah mewahyukan kepadanya, “Sungguh, Aku menjadikan negeri ini untuk para keturunanmu sepeninggaimu.”
Lihat Juga :