Kisah Hikmah : Hukuman si Lelaki Penggoda
Jum'at, 03 November 2023 - 11:01 WIB
loading...
Gara-gara terlalu tampan, seorang pria di zaman Khalifah Umar bin Khattab terpaksa dihukum, mulai dari digunduli hingga diasingkan ke luar daerah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah hikmah ini banyak sekali pelajaran yang didapat bagi generasi zaman ini. Alkisah, bermula dari kisah Khalifah Umar bin Khattab yang menghukum seorang lelaki yang sangat tampan, sehinga banyak perempuan tergoda karenanya. Apa dan bagaimana hukuman yang diberikan sang Amirul Mukminin ini?
Dalam Syarh Siyasah Syar’iyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengisahkan: “Khalifah Umar bin al Khattab ketika melakukan ronda di Kota Madinah mendengar seorang perempuan yang menyanyikan beberapa bait syair. Di antaranya bait syair itu adalah:
Adakah jalan untuk meminum khamar.
Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj
Mendengar hal tersebut, sang Amirul Mukminin lantas memanggil lelaki yang disebut-sebut dalam bait di atas. Ternyata dia adalah seorang pemuda yang tampan (sehingga menggoda banyak perempuan) alias si lelaki penggoda.
Akhirnya Umar bin Khatttab menggunduli pemuda tersebut (agar tidak terlihat ganteng). Ternyata setelah digundul pemuda tersebut malah semakin tambah tampan.
Akhirnya sang Khalifah pun buang pemuda tersebut ke Basrah agar tidak banyak perempuan yang tergoda dengan kegantengannya”.
Kisah yang sama diceritakan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin taqdim Syaikh Muhammad Hassan tahqiqi Shalah al Said hal 387, Maktbah Fayyadh Manshurah Mesir, cetakan pertama 1426 H.
Sedangkan riwayat lain tentang kisah ini, ada dalam al Thabaqat al Kubro karya Ibnu Saad adalah sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Buraidah al Aslami, beliau mengatakan, “Saat Umar bin al Khattab beronda pada suatu malam tiba-tiba beliau mendengar seorang perempuan yang mengatakan:
Adakah jalan untuk meminum khamar#
Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj
Ketika pagi tiba beliau bertanya-tanya tentang siapakah laki-laki yang bernam Nasr bin Hajja. Ternyata dia adalah seorang dari Bani Sulaim.
Dalam Syarh Siyasah Syar’iyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengisahkan: “Khalifah Umar bin al Khattab ketika melakukan ronda di Kota Madinah mendengar seorang perempuan yang menyanyikan beberapa bait syair. Di antaranya bait syair itu adalah:
Adakah jalan untuk meminum khamar.
Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj
Mendengar hal tersebut, sang Amirul Mukminin lantas memanggil lelaki yang disebut-sebut dalam bait di atas. Ternyata dia adalah seorang pemuda yang tampan (sehingga menggoda banyak perempuan) alias si lelaki penggoda.
Akhirnya Umar bin Khatttab menggunduli pemuda tersebut (agar tidak terlihat ganteng). Ternyata setelah digundul pemuda tersebut malah semakin tambah tampan.
Akhirnya sang Khalifah pun buang pemuda tersebut ke Basrah agar tidak banyak perempuan yang tergoda dengan kegantengannya”.
Kisah yang sama diceritakan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin taqdim Syaikh Muhammad Hassan tahqiqi Shalah al Said hal 387, Maktbah Fayyadh Manshurah Mesir, cetakan pertama 1426 H.
Sedangkan riwayat lain tentang kisah ini, ada dalam al Thabaqat al Kubro karya Ibnu Saad adalah sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Buraidah al Aslami, beliau mengatakan, “Saat Umar bin al Khattab beronda pada suatu malam tiba-tiba beliau mendengar seorang perempuan yang mengatakan:
Adakah jalan untuk meminum khamar#
Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj
Ketika pagi tiba beliau bertanya-tanya tentang siapakah laki-laki yang bernam Nasr bin Hajja. Ternyata dia adalah seorang dari Bani Sulaim.
Lihat Juga :