Rukun Wudu, Hal Wajib yang Tidak Boleh Terlupa
Sabtu, 11 November 2023 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)
Juga berdasar hadis Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, dan Aisyah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
“Celaka dan diancam neraka tumit-tumit (yang tidak dibasuh).” (HR. Muslim, no. 241)
5. Tertib dan berurutan
Dalam Al-Qur'an, Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan gambaran wudu secara berurutan. Mana bagian yang harus didahulukan, dan mana bagian yang harus diakhirkan. Oleh sebab itu, wudu harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan petunjuk dari Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
“Aku memulai wudu ini sebagaimana diajarkan Allah.” (HR. Muslim)
6. Melakukan wudu dengan sempurna
Wudu harus dilakukan dengan sempurna hingga tidak ada satu bagian yang wajib dibasuh yang tertinggal. Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, bahwa suatu ketika ada seseorang yang berwudu namun ada bagian tumit yang belum terbasahi air seluas kuku. Kejadian ini dilihat oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,“Ulangi, berwudulah dengan sempurna!” Lalu orang itu mengulangi wudunya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud disebutkan bahwa suatu ketika nabi melihat seseorang yang sedang salat. Namun ada bagian punggung kakinya yang belum terbasahi air kira-kira seluas uang dirham. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah agar dia mengulang wudunya, baru kemudian salat. (HR. Abu Dawud)
Baca juga: Tata Cara Wudu yang Benar Menurut Al-Qur'an dan Sunnah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :