Rahasia Agar Anak Berani Memulai Dakwah
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 16:50 WIB
loading...
Melibatkan anak dalam aktivitas dakwah penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Gemar dan ikhlas berdakwah memiliki nilai keutamaan. Karena berdakwah akan menghindarkan manusia pada kelalaian menjalankan amar ma'ruf nahi munkar dan dari kemalasan beribadah kepada Allah Ta'ala.
Al-'Allamah Muhammad Aman Al Jamy rahimahullah juga berkata pengajaran ilmu adalah wajib yang merupakan fardlu 'ain di waktu ini, dikarenakan semakin banyaknya pencampuradukan, pertentangan, pengaburan dan penyesatan." Juga dikatakan kepada Ibnu Mubarok, seandainya tidak tersisa dari umurnya kecuali satu hari apa yang akan beliau lakukan? Ibnu Mubarok berkata akan mengajari (mendakwahi) manusia."
Makna dari hadis ini adalah berdakwah kepada manusia mempunyai keutamaan yang sangat besar. Bagaimana tidak, pahala akan terus mengalir dari orang-orang yang beramal dengan ilmu yang disampaikannya. Berdakwah memang salah satu inti ajaran Islam yang sangat penting. Berdakwah adalah mengajak manusia ke jalan Allah dengan hikmah. Salah satu ciri seorang Mukmin adalah kepeduliannya terhadap dakwah .(Baca juga : Tinggal di Rumah agar Terhindar Fitnah )
Dakwah Islam membutuhkan para pendakwah yang tangguh. Seorang pengemban dakwah tidak akan lahir begitu saja. Ia lahir melalui proses dan upaya terus-menerus, bahkan dari sejak masa kanak-kanak. Karena itu, mengajak anak “berdakwah” sedari dini sangatlah penting. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang baik.
Bagaimana agar anak terbiasa berdakwah sejak dini? Pemerhati pendidikan anak Zulia Ilmawati memaparkan beberapa kiatnya.
1. Mengajak anak dalam kegiatan dakwah
Melibatkan anak dalam aktivitas dakwah penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif. Dengan begitu, suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika kita menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar atau bahkan aksi-aksi ‘protes’ di jalan. Hal itu bisa menjadi sarana latihan dakwah buat anak, sekaligus sebagai sarana rekreasi keluarga.
Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tenang materi yang dismpaikan orang tua, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai kritik dan saran buat kita. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah, tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Karena itu, lakukan persiapan seperlunya agar anak di sana bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.
Sambil mengajak anak berdakwah, jelaskan kepada mereka bahwa dakwah adalah kewajiban setiap Muslim. Jika perlu, kenalkan dalil-dalil tentang kewajiban berdakwah. Jelaskan pula bahwa Islam bukan hanya mengajarkan sebatas ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tetapi juga berdakwah. Ajaklah anak-anak mulai menghapal ayat-ayat atau hadis yang berbicara tentang kewajiban berdakwah. Surah al-Ashr, misalnya, sangat populer di kalangan anak-anak; bahkan selalu dibaca sebelum anak-anak puang sekolah.
2. Bahu-Membahu dalam dakwah
Al-'Allamah Muhammad Aman Al Jamy rahimahullah juga berkata pengajaran ilmu adalah wajib yang merupakan fardlu 'ain di waktu ini, dikarenakan semakin banyaknya pencampuradukan, pertentangan, pengaburan dan penyesatan." Juga dikatakan kepada Ibnu Mubarok, seandainya tidak tersisa dari umurnya kecuali satu hari apa yang akan beliau lakukan? Ibnu Mubarok berkata akan mengajari (mendakwahi) manusia."
Makna dari hadis ini adalah berdakwah kepada manusia mempunyai keutamaan yang sangat besar. Bagaimana tidak, pahala akan terus mengalir dari orang-orang yang beramal dengan ilmu yang disampaikannya. Berdakwah memang salah satu inti ajaran Islam yang sangat penting. Berdakwah adalah mengajak manusia ke jalan Allah dengan hikmah. Salah satu ciri seorang Mukmin adalah kepeduliannya terhadap dakwah .(Baca juga : Tinggal di Rumah agar Terhindar Fitnah )
Dakwah Islam membutuhkan para pendakwah yang tangguh. Seorang pengemban dakwah tidak akan lahir begitu saja. Ia lahir melalui proses dan upaya terus-menerus, bahkan dari sejak masa kanak-kanak. Karena itu, mengajak anak “berdakwah” sedari dini sangatlah penting. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang baik.
Bagaimana agar anak terbiasa berdakwah sejak dini? Pemerhati pendidikan anak Zulia Ilmawati memaparkan beberapa kiatnya.
1. Mengajak anak dalam kegiatan dakwah
Melibatkan anak dalam aktivitas dakwah penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif. Dengan begitu, suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika kita menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar atau bahkan aksi-aksi ‘protes’ di jalan. Hal itu bisa menjadi sarana latihan dakwah buat anak, sekaligus sebagai sarana rekreasi keluarga.
Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tenang materi yang dismpaikan orang tua, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai kritik dan saran buat kita. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah, tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Karena itu, lakukan persiapan seperlunya agar anak di sana bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.
Sambil mengajak anak berdakwah, jelaskan kepada mereka bahwa dakwah adalah kewajiban setiap Muslim. Jika perlu, kenalkan dalil-dalil tentang kewajiban berdakwah. Jelaskan pula bahwa Islam bukan hanya mengajarkan sebatas ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tetapi juga berdakwah. Ajaklah anak-anak mulai menghapal ayat-ayat atau hadis yang berbicara tentang kewajiban berdakwah. Surah al-Ashr, misalnya, sangat populer di kalangan anak-anak; bahkan selalu dibaca sebelum anak-anak puang sekolah.
2. Bahu-Membahu dalam dakwah
Lihat Juga :