Kurikulum Eksklusif: Kisah Hasan Al-Banna Pendiri Ikhwanul Muslimin Menolak Sistem Sekuler
Selasa, 21 November 2023 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rangka mengantisipasi persoalan tersebut, Hasan al-Banna melontarkan gagasan berupa pendirian sekolah khusus al-Ikhwan al-Muslimin dengan kurikulum yang eksklusif.
Sebagai follow up dari gagasan tersebut, didirikan Madrasah al-Tahdzib di Ikhwan al-Muslimin, dengan kurikulum yang mencakup: materi Al-Qur’an, hadis, aqidah, akhlak, sejarah Islam dan tokoh-tokoh salaf, latihan pidato.
Adapun tujuan pendidikan yang dicanangkan al-Banna dengan kurikulum tersebut di atas adalah pembentukan pribudi muslim yang mempunyai dedikasi tinggi, dan punya semangat untuk melakukan perubahan di mana ia berada, dan tidak menyerah dengan kondisi yang ada.
Baca juga: Mengenal Akidah dan Konsep Gerakan Dakwah Hasan Al-Banna, Pendiri Ikhwanul Muslimin
Di samping itu, para lulusannya diharapkan juga mempunyai daya pikir yang tinggi, moral yang mulia dan fisik yang kuat.
Untuk itu pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam kelas, tetapi terdapat juga pelatihan yang dilakukan di luar kelas yang informal sifatnya.
Sebagai follow up dari gagasan tersebut, didirikan Madrasah al-Tahdzib di Ikhwan al-Muslimin, dengan kurikulum yang mencakup: materi Al-Qur’an, hadis, aqidah, akhlak, sejarah Islam dan tokoh-tokoh salaf, latihan pidato.
Adapun tujuan pendidikan yang dicanangkan al-Banna dengan kurikulum tersebut di atas adalah pembentukan pribudi muslim yang mempunyai dedikasi tinggi, dan punya semangat untuk melakukan perubahan di mana ia berada, dan tidak menyerah dengan kondisi yang ada.
Baca juga: Mengenal Akidah dan Konsep Gerakan Dakwah Hasan Al-Banna, Pendiri Ikhwanul Muslimin
Di samping itu, para lulusannya diharapkan juga mempunyai daya pikir yang tinggi, moral yang mulia dan fisik yang kuat.
Untuk itu pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam kelas, tetapi terdapat juga pelatihan yang dilakukan di luar kelas yang informal sifatnya.
(mhy)
Lihat Juga :