Inilah Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional Indonesia yang Dekat dengan Freemasonry
Rabu, 22 November 2023 - 13:35 WIB
loading...
Tak sedikit tokoh pergerakan nasional yang bersentuhan dengan Freemasonry. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Lengan Yahudi banyak bentuknya. Selain Freemasonry , jarigan Yahudi lainnya adalah teosofi. Tak sedikit tokoh pergerakan Indonesia yang masuk ke dalam kelompok ini. Asal tahu saja, teosofi menganggap semua agama sama, bahkan menempatkan diri di atas agama. Rival paling keras Teosofi adalah Islam. Sedangkan sohib paling erat adalah Freemasonry.
Adian Husaini, MA dalam bukunya berjudul "Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra" (Jakarta : Gema Insani Press, 2005) menyebut beberapa tokoh nasional yang sempat menjadi bagian dari kaum teosofi. Merreka di antaranya adalah Raden Sukemi (ayah Sukarno ), Moh. Yamin, Soepomo, Abu Hanifah, Haji Agoes Salim, Tjiepto Mangoenkoesoemo, Ernest Douwes Dekker (Stiabudi), Arminj Pane, Sanusi Pane, Dr Amir, R.A Kartini, dan lain sebagainya.
Baca juga: Utsmani Runtuh, Mereka Menyesal Jadi Tunggangan Freemasonry
Artawijaya dalam bukunya berjudul "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" (Pustaka al-Kautsar, 2010 ) bahkan menyebut lebih banyak lagi. Mereka adalah: Mohammad Tabrani (Tokoh kongres Pemuda Pertama pada 1926, Ketua Pemuda Theosofi), Ki Sarmidi Mangoensarkoro (Tokoh Taman Siswa), Ki Hadjar Dewantara (Tokoh Taman Siswa), Tjipto Mangoenkoesomo (Tokoh Budi Utomo), Goenawan Mangoenkoesoemo (Tokoh Budi Utomo), Armin Pane (Sastrawan), dan Sanoesi Pane (Sastrawan).
Selanjutnya ada juga nama Mohammad Amir (tokoh Jong Sumatrenan Bond), Datoek Soetan Maharadja (tokoh kaum adat Minangkabau), Siti Soemandari (pemimpin Majalah Bangoen), dan tokoh-tokoh nasional lainnya, terutama yang berasal dari Keraton Pakualaman Yogyakarta, Organisasi Tri Koro Dharmo, Jong Java, Boedi Oetomo, Perhimpoenan Goeroe Hindia Belanda (PGHB/cikal bakal PGRI), dan para alumnus STOVIA.
Menurut Adian Husaini, gerakan teosofi mulai beroperasi di wilayah Nusantara sejak masa kolonialisme Belanda. Gerakan teosofi cabang Indonesia disebut dengan atau Nederlandsch Indische Theosofische Vereniging (Perkumpulan Theosofi Hindia Belanda).
Salah satu gerakan lain di Nusantara yang cukup identik dengan gerakan teosofi adalah Freemasonry. Gerakan inilah yang oleh berbagai tokoh dinilai cukup identik dengan misi rahasia Zionisme kaum Yahudi.
Baca juga: Kisah Presiden Sukarno Menyita Rumah Setan Freemasonry
Kedekatan ini pulalah yang menjadi alasan penentangan berbagai kalangan terhadap teosofi dan Tarekat Mason yang dianggap mempropagandakan misi rahasia zionisme. Teosofi memiliki pengaruh besar di dunia, termasuk di antaranya adalah Perancis, Italia, Palestina, India, China, Filipina, Thailand, dan juga di Indonesia.
Kebijakan Tuhan
Adian Husaini, MA dalam bukunya berjudul "Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra" (Jakarta : Gema Insani Press, 2005) menyebut beberapa tokoh nasional yang sempat menjadi bagian dari kaum teosofi. Merreka di antaranya adalah Raden Sukemi (ayah Sukarno ), Moh. Yamin, Soepomo, Abu Hanifah, Haji Agoes Salim, Tjiepto Mangoenkoesoemo, Ernest Douwes Dekker (Stiabudi), Arminj Pane, Sanusi Pane, Dr Amir, R.A Kartini, dan lain sebagainya.
Baca juga: Utsmani Runtuh, Mereka Menyesal Jadi Tunggangan Freemasonry
Artawijaya dalam bukunya berjudul "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" (Pustaka al-Kautsar, 2010 ) bahkan menyebut lebih banyak lagi. Mereka adalah: Mohammad Tabrani (Tokoh kongres Pemuda Pertama pada 1926, Ketua Pemuda Theosofi), Ki Sarmidi Mangoensarkoro (Tokoh Taman Siswa), Ki Hadjar Dewantara (Tokoh Taman Siswa), Tjipto Mangoenkoesomo (Tokoh Budi Utomo), Goenawan Mangoenkoesoemo (Tokoh Budi Utomo), Armin Pane (Sastrawan), dan Sanoesi Pane (Sastrawan).
Selanjutnya ada juga nama Mohammad Amir (tokoh Jong Sumatrenan Bond), Datoek Soetan Maharadja (tokoh kaum adat Minangkabau), Siti Soemandari (pemimpin Majalah Bangoen), dan tokoh-tokoh nasional lainnya, terutama yang berasal dari Keraton Pakualaman Yogyakarta, Organisasi Tri Koro Dharmo, Jong Java, Boedi Oetomo, Perhimpoenan Goeroe Hindia Belanda (PGHB/cikal bakal PGRI), dan para alumnus STOVIA.
Menurut Adian Husaini, gerakan teosofi mulai beroperasi di wilayah Nusantara sejak masa kolonialisme Belanda. Gerakan teosofi cabang Indonesia disebut dengan atau Nederlandsch Indische Theosofische Vereniging (Perkumpulan Theosofi Hindia Belanda).
Salah satu gerakan lain di Nusantara yang cukup identik dengan gerakan teosofi adalah Freemasonry. Gerakan inilah yang oleh berbagai tokoh dinilai cukup identik dengan misi rahasia Zionisme kaum Yahudi.
Baca juga: Kisah Presiden Sukarno Menyita Rumah Setan Freemasonry
Kedekatan ini pulalah yang menjadi alasan penentangan berbagai kalangan terhadap teosofi dan Tarekat Mason yang dianggap mempropagandakan misi rahasia zionisme. Teosofi memiliki pengaruh besar di dunia, termasuk di antaranya adalah Perancis, Italia, Palestina, India, China, Filipina, Thailand, dan juga di Indonesia.
Kebijakan Tuhan
Lihat Juga :