Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya

Sabtu, 25 November 2023 - 14:51 WIB
loading...
A A A
Setiap langkah kekuasaan politik, jalan yang terbaik adalah memperalat seseorang atau pergerakan, yang secara diam-diam setia kepada Konspirasi untuk mempropagandakan kebebasan politik di tengah-tengah masyarakat umum.

Kalau idealisme ini telah termakan oleh publik, mereka akan mudah melepaskan hak-hak dan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah yang sah kepada mereka, demi memperjuangkan idealisme itu.

Pada saat itulah pihak Konspirasi bisa segera merebut hak dan fasilitas itu. Tidak ada pengaruh idealisme mengenai kebebasan politik itu bagi Konspirasi selain hal itu hanya merupakan idealisme tanpa kenyataan.

Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Rothschild, Tameng Merah Berasal dari Jerman

3. Rothschild menandaskan, kekuatan uang selalu bisa mengalahkan kekuatan pemerintah merdeka. Agama merupakan faktor yang bisa menguasai masyarakat pada masa tertentu. Kemudian ikatan agama pada masa-masa berikutnya mulai digulung di berbagai wilayah bumi ini, karena alasan kebebasan.

Akan tetapi, orang tidak mengerti bagaimana mereka harus berbuat dengan idealisme kebebasan itu. Yang demikian itu adalah fakta logis bagi kekuatan Konspirasi untuk memperalat idealisme kebebasan, agar menimbulkan perpecahan dalam suatu masyarakat.

Bagi kekuatan tidak penting, apakah yang menumbangkan sebuah pemerintah yang sah itu kekuatan dari dalam sendiri atau pun dari luar. Bagaimanapun proses penumbangan itu, yang dibutuhkan adalah uang.

4. Rothschild menambahkan, demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Kalau penguasa memerintah dengan undang-undang dan nilai moral, berarti ia bukanlah seorang politikus cerdik dalam bermanuver, karena ia merasa terikat oleh norma dan tidak akan bisa mengelabui rakyat, dan tidak bisa sembarangan menindak musuh-musuhnya, kecuali kalau mereka berbuat jahat.

Baca juga: Profil Walter Rothschild, Tokoh Yahudi yang Membuat Palestina Diduduki Israel

Siapa pun yang berminat untuk berkuasa, ia harus bisa yakin meraih kekuasaan itu dengan tipu daya licik, pemerasan dan pemutarbalikan fakta. Sebab, keluhuran budi dalam etika pergaulan masyarakat, seperti jujur, teguh pendirian, komitmen terhadap nilai-nilai moral merupakan kejahatan atau keburukan dalam dunia politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Selamat! Hafiz Indonesia...
Selamat! Hafiz Indonesia Sabet Runner-Up MHQ Internasional di Arab Saudi
Paham Menstrual Taboo:...
Paham Menstrual Taboo: Islam Mengikis Tradisi dan Mitos Yahudi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz Mengangkat Iyas bin Mu’awiyah sebagai Hakim
Haedar Nashir Berharap...
Haedar Nashir Berharap Tanwir Muhammadiyah Hasilkan Dokumen Strategis Baru
Sihir: Asbabun Nuzul...
Sihir: Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 102
Rekomendasi
Gunung Es Raksasa Mengapung...
Gunung Es Raksasa Mengapung Menuju Permukiman Greenland
Jejak Kaki Dinosaurus...
Jejak Kaki Dinosaurus Berukuran Sangat Besar Ditemukan di Inggris
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved