Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Selasa, 28 November 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu kita akan menggiring publik Gentiles itu agar berbuat nekad menghancurkan segala sesuatu, sampai pun aturan hukum dan agama. Dengan demikian, kita mudah menghapus nama Tuhan dan tata susila dari kehidupan."
18) Ditandaskan oleh Rothschild tentang rancangan pembangkangan bersenjata, dan pentingnya perang jalanan. la menekankan perlunya tindak kekerasan yang akan menimbulkan kepanikan publik, sehingga terbuka jalan bagi Konspirasi untuk mengail ikan di air keruh.
19) Dalam bidang diplomasi Rothschild mengemukakan, bahwa setelah perang usai dibutuhkan kegiatan diplomatik diam-diam. Sebab, kegiatan ini merupakan peluang emas bagi agen-agen Konspirasi untuk menguak informasi penting mengenai politik, ekonomi dan keuangan, dengan kedok sebagai penasihat yang tampak pada arena nasional maupun internasional, sehingga memungkinkan Konspirasi menancapkan kuku kuasaannya dari balik tabir, tanpa ada ancaman yang membahayakandari pandangan umum.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya
20) Untuk bisa menundukkan dunia, lebih dulu diperlukan adanya monopoli kegiatan ekonomi raksasa dengan seluruh modal yang dimiliki oleh Konspirasi, sampai tidak ada kekuatan nasional Gentiles mana pun yang menandinginya.
Kalau monopoli Konspirasi itu digunakan untuk memukul suatu pemerintahan, pasti akan timbul krisis ekonomi dan politik , dan kas nasional negara itu akan tergulung ke dalam lipatan monopoli Konspirasi.
Rothschild lebih lanjut berkata, "Kita semua adalah pakar ekonomi dan keuangan. Maka kita akan tahu hasil apa yang akan kita capai, kalau konsep itu kita laksanakan."
Menurut William G. Carr, dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh ke tangan Profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul "Bahaya Yahudi".
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
18) Ditandaskan oleh Rothschild tentang rancangan pembangkangan bersenjata, dan pentingnya perang jalanan. la menekankan perlunya tindak kekerasan yang akan menimbulkan kepanikan publik, sehingga terbuka jalan bagi Konspirasi untuk mengail ikan di air keruh.
19) Dalam bidang diplomasi Rothschild mengemukakan, bahwa setelah perang usai dibutuhkan kegiatan diplomatik diam-diam. Sebab, kegiatan ini merupakan peluang emas bagi agen-agen Konspirasi untuk menguak informasi penting mengenai politik, ekonomi dan keuangan, dengan kedok sebagai penasihat yang tampak pada arena nasional maupun internasional, sehingga memungkinkan Konspirasi menancapkan kuku kuasaannya dari balik tabir, tanpa ada ancaman yang membahayakandari pandangan umum.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya
20) Untuk bisa menundukkan dunia, lebih dulu diperlukan adanya monopoli kegiatan ekonomi raksasa dengan seluruh modal yang dimiliki oleh Konspirasi, sampai tidak ada kekuatan nasional Gentiles mana pun yang menandinginya.
Kalau monopoli Konspirasi itu digunakan untuk memukul suatu pemerintahan, pasti akan timbul krisis ekonomi dan politik , dan kas nasional negara itu akan tergulung ke dalam lipatan monopoli Konspirasi.
Rothschild lebih lanjut berkata, "Kita semua adalah pakar ekonomi dan keuangan. Maka kita akan tahu hasil apa yang akan kita capai, kalau konsep itu kita laksanakan."
Menurut William G. Carr, dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh ke tangan Profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul "Bahaya Yahudi".
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
(mhy)
Lihat Juga :