Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
Sabtu, 25 November 2023 - 14:43 WIB
loading...
Pada 1773 Mayer Amschel Rothschild mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional. Foto: Wikipedia
A
A
A
Nama Rothschild berasal dari bahasa Jerman . Roth artinya red (merah) dalam bahasa Inggris . Schild artinya shield (tameng) dalam bahasa Inggris. Jadi Rothschild artinya 'tameng merah', atau dalam bahasa Inggris Red-shield.
Ini terkait dengan leluhur mereka, Amschel, yang pertama kali membuka usahanya di jalan Bonden Strous Frankfurt, Jerman. Ia memasang semacam lambang berupa tameng berwarna merah di tokonya, sehingga nama Rothschild sejak itu diambil sebagai nama keluarga berketurunan.
Rothschild I disandang Mayer yang hidup tahun 1743-1812. Dia memiliki 5 orang anak. Mereka dididik dengan keras untuk menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh, agar suatu saat kelak muncul sebagai konglomerat.
Di antara anaknya yang paling berbakat adalah si bungsu Nathan. Keluarga Rothschild mengirimnya ke Inggris sejak masih belia, agar kelak bisa menjadi salah seorang pemeran penting dalam bank Inggris.
Baca juga: Profil Mayer Amschel Rothschild, Penguasa Bisnis Perbankan Dunia
Sedang tujuannya lebih jauh adalah untuk mendirikan lembaga keuangan raksasa bersama dengan ayah dan keempat saudaranya yang tersebar di seluruh Eropa.
William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut sejak Nathan berada di Inggris sebagai kader konglomerat Yahudi, kelompok pemilik modal internasional melangkah ke babak baru.
Mayer yang pada tahun 1773 berusia 30 tahun mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional. Dalam pertemuan itu Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi Inggris.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Rothschild, Tameng Merah Berasal dari Jerman
la mengemukakan beberapa kesalahan yang telah dilakukan oleh mereka sebagaiberikut:
1) Mereka lamban dalam melaksanakan program yang telah ditetapkan. Akibatnya tidak bisa menghasilkan apa yang telah ditargetkan, yaitu menguasai Inggris secara menyeluruh.
2) Masih ada beberapa golongan berpengaruh di Inggris yang masih mampu bertahan menghadapi Konspirasi Internasional. Rothschild mengajukan pandangannya tentang langkah-langkah yang masih belum terlaksana.
Pertama, mempercepat pelaksanaan program yang belum terlaksana, dan menyingkirkan golongan oposisi dengan segala cara yang bisa ditempuh.
Ini terkait dengan leluhur mereka, Amschel, yang pertama kali membuka usahanya di jalan Bonden Strous Frankfurt, Jerman. Ia memasang semacam lambang berupa tameng berwarna merah di tokonya, sehingga nama Rothschild sejak itu diambil sebagai nama keluarga berketurunan.
Rothschild I disandang Mayer yang hidup tahun 1743-1812. Dia memiliki 5 orang anak. Mereka dididik dengan keras untuk menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh, agar suatu saat kelak muncul sebagai konglomerat.
Di antara anaknya yang paling berbakat adalah si bungsu Nathan. Keluarga Rothschild mengirimnya ke Inggris sejak masih belia, agar kelak bisa menjadi salah seorang pemeran penting dalam bank Inggris.
Baca juga: Profil Mayer Amschel Rothschild, Penguasa Bisnis Perbankan Dunia
Sedang tujuannya lebih jauh adalah untuk mendirikan lembaga keuangan raksasa bersama dengan ayah dan keempat saudaranya yang tersebar di seluruh Eropa.
William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut sejak Nathan berada di Inggris sebagai kader konglomerat Yahudi, kelompok pemilik modal internasional melangkah ke babak baru.
Mayer yang pada tahun 1773 berusia 30 tahun mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional. Dalam pertemuan itu Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi Inggris.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Rothschild, Tameng Merah Berasal dari Jerman
la mengemukakan beberapa kesalahan yang telah dilakukan oleh mereka sebagaiberikut:
1) Mereka lamban dalam melaksanakan program yang telah ditetapkan. Akibatnya tidak bisa menghasilkan apa yang telah ditargetkan, yaitu menguasai Inggris secara menyeluruh.
2) Masih ada beberapa golongan berpengaruh di Inggris yang masih mampu bertahan menghadapi Konspirasi Internasional. Rothschild mengajukan pandangannya tentang langkah-langkah yang masih belum terlaksana.
Pertama, mempercepat pelaksanaan program yang belum terlaksana, dan menyingkirkan golongan oposisi dengan segala cara yang bisa ditempuh.
Lihat Juga :