Konspirasi Yahudi: Kisah Duke Durlian Bangkrut, Istananya Jadi Sarang Kemaksiatan
Rabu, 29 November 2023 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
la juga dikenal sebagai penulis karya permissivisme moral dan kebebasan seks. Antara karya-karya itu dan pembahasan ini tidak ada kaitannya apa-apa.
Akan tetapi, karena karya itu telah menjadikan istana Palais Royal sebagai tempat mesum paling populer, maka hasil karyanya sering disebut-sebut orang.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Demikianlah sebuah istana kerajaan telah dijadikan sarang kemaksiatan. Para pengunjungnya yang rata-rata kelas elit bisa menyaksikan berbagai jenis pertunjukan seks dan gambar-gambar porno, yang sulit diungkapkan dalam bentuk kata-kata.
Bukan hanya itu. Fasilitas lengkap tersedia juga untuk mempermudah setiap pengunjung melakukan keinginannya, tanpa ada kesulitan apa pun. Dalam menjalankan tugasnya, Coderlos tidak hanya sendirian. La berkawan dengan orang bernama Callistro, seorang Yahudi asal Italia yang nama aslinya Joseph Palsemo.
Dialah yang menjadikan villa-villa Durlian tidak terkena hukum Prancis, sebagai pusat penerbitan selebaran selebaran untuk memanaskan suasana revolusi, di samping menyebar hasutan tajam dan terus menerus.
Selain itu, Callistro juga mengatur pertemuan-pertemuan akbar, berbagai pertunjukan, ceramah umum dan diskusi, dengan tujuan untuk menggalakkan gejolak dan semangat publik.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: 1 Orang Yahudi yang Jadi Mangsa Sama dengan 1000 Gentiles
Jaringan mata-mata juga dipasang di mana-mana untuk mengetahui perkembangan dan skandal yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diincar oleh Kekuatan terselubung.
Setelah itu dilakukan operasi gosip terencana, agar mangsanya jatuh di mata umum. Oleh sebab itu, banyak pria dan wanita terpandang menjadi gelisah, khawatir menjadi tumbal mafia yang dipimpin oleh De Lalco dan Palsemo itu. Tidak sedikit di antara mereka terpaksa tunduk kepada kehendak mafia itu.
Dengan demikian harta kekayaan Duke Durlian telah berubah menjadi pusat latihan aktivis revolusi, yang menyelusup ke berbagai kegiatan sosial budaya, bahkan sampai masuk ke dalam perkumpulan olah raga. Dengan aneka ragam kedok inilah mereka bisa memasukkan kegiatan yang merusak, mulai dari seks, minuman keras dan berbagai macam kemaksiatan lainnya, hingga fenomena seperti ini meluas dan menjamur ke seluruh negeri.
Akan tetapi, karena karya itu telah menjadikan istana Palais Royal sebagai tempat mesum paling populer, maka hasil karyanya sering disebut-sebut orang.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Demikianlah sebuah istana kerajaan telah dijadikan sarang kemaksiatan. Para pengunjungnya yang rata-rata kelas elit bisa menyaksikan berbagai jenis pertunjukan seks dan gambar-gambar porno, yang sulit diungkapkan dalam bentuk kata-kata.
Bukan hanya itu. Fasilitas lengkap tersedia juga untuk mempermudah setiap pengunjung melakukan keinginannya, tanpa ada kesulitan apa pun. Dalam menjalankan tugasnya, Coderlos tidak hanya sendirian. La berkawan dengan orang bernama Callistro, seorang Yahudi asal Italia yang nama aslinya Joseph Palsemo.
Dialah yang menjadikan villa-villa Durlian tidak terkena hukum Prancis, sebagai pusat penerbitan selebaran selebaran untuk memanaskan suasana revolusi, di samping menyebar hasutan tajam dan terus menerus.
Selain itu, Callistro juga mengatur pertemuan-pertemuan akbar, berbagai pertunjukan, ceramah umum dan diskusi, dengan tujuan untuk menggalakkan gejolak dan semangat publik.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: 1 Orang Yahudi yang Jadi Mangsa Sama dengan 1000 Gentiles
Jaringan mata-mata juga dipasang di mana-mana untuk mengetahui perkembangan dan skandal yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diincar oleh Kekuatan terselubung.
Setelah itu dilakukan operasi gosip terencana, agar mangsanya jatuh di mata umum. Oleh sebab itu, banyak pria dan wanita terpandang menjadi gelisah, khawatir menjadi tumbal mafia yang dipimpin oleh De Lalco dan Palsemo itu. Tidak sedikit di antara mereka terpaksa tunduk kepada kehendak mafia itu.
Dengan demikian harta kekayaan Duke Durlian telah berubah menjadi pusat latihan aktivis revolusi, yang menyelusup ke berbagai kegiatan sosial budaya, bahkan sampai masuk ke dalam perkumpulan olah raga. Dengan aneka ragam kedok inilah mereka bisa memasukkan kegiatan yang merusak, mulai dari seks, minuman keras dan berbagai macam kemaksiatan lainnya, hingga fenomena seperti ini meluas dan menjamur ke seluruh negeri.
Lihat Juga :