Konspirasi Yahudi: Kisah Duke Durlian Bangkrut, Istananya Jadi Sarang Kemaksiatan
Rabu, 29 November 2023 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Kaki tangan Konspirasi menarik tokoh-tokoh revolusi ke dalam dunia gelap itu dengan bujuk rayu yang menggiurkan, sehingga mereka jatuh ke dalam pelukan setan.
Baca juga: Berikut Ini Bukti Keterlibatan Rothschild dalam Persiapan Revolusi Prancis
Kegiatan ini diatur dan diarahkan dari markas Mirabeau dan Durlian, dan dari istana Palais Royal.
Sejarawan Inggris Scoder dalam bukunya Prince of Blood mengatakan tentang Palais Royal ini, bahwa masalah Palais Royal saja membuat polisi lebih sibuk dari pada menangani masalah Paris secara keseluruhan.
Rakyat Prancis pada umumnya tidak tahu apa yang berjalan dalam istana Palais Royal, karena mereka mengira itu adalah kediaman resmi Duke Durlian, putra paman raja Perancis.
Hanya sebagian kecil tertentu saja yang tahu, bahwa Palais Royal telah jatuh ke tangan para pemilik modal Yahudi untuk dijadikan sarang persekongkolan, yang akan melampiaskan dendam kesumat Yahudi terhadap kaum Gentiles.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Sebenarnya penguasa kerajaan Prancis bukannya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sebelumnya mereka sudah mendapat peringatan yang cukup, bahwa pemerintah Bavaria menemukan dokumen-dokumen rahasia Konspirasi setelah kematian utusan yang membawa dokumen itu, dan bagaimana pasukan keamanan Bavaria menyerbu pusat sarang Konspirasi yang ada di negerinya, sehingga ditemukannya dokumen yang lain. Maka raja Bavaria merasa perlu menyampaikan peringatan adanya bahaya yang mengancam para penguasa di seluruh Eropa, termasuk Pemerintah Prancis, Inggris, Polandia, Jerman, Austria dan Rusia.
Akan tetapi, peringatan itu tidak ditanggapi dengan sepenuhnya, karena pengaruh kekuatan Konspirasi di negara-negara itu telah sedemikian besarnya, sehingga peringatan seperti itu tidak cukup membuat mereka tergugah untuk mengambil tindakan yang pasti.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
Baca juga: Berikut Ini Bukti Keterlibatan Rothschild dalam Persiapan Revolusi Prancis
Kegiatan ini diatur dan diarahkan dari markas Mirabeau dan Durlian, dan dari istana Palais Royal.
Sejarawan Inggris Scoder dalam bukunya Prince of Blood mengatakan tentang Palais Royal ini, bahwa masalah Palais Royal saja membuat polisi lebih sibuk dari pada menangani masalah Paris secara keseluruhan.
Rakyat Prancis pada umumnya tidak tahu apa yang berjalan dalam istana Palais Royal, karena mereka mengira itu adalah kediaman resmi Duke Durlian, putra paman raja Perancis.
Hanya sebagian kecil tertentu saja yang tahu, bahwa Palais Royal telah jatuh ke tangan para pemilik modal Yahudi untuk dijadikan sarang persekongkolan, yang akan melampiaskan dendam kesumat Yahudi terhadap kaum Gentiles.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Sebenarnya penguasa kerajaan Prancis bukannya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sebelumnya mereka sudah mendapat peringatan yang cukup, bahwa pemerintah Bavaria menemukan dokumen-dokumen rahasia Konspirasi setelah kematian utusan yang membawa dokumen itu, dan bagaimana pasukan keamanan Bavaria menyerbu pusat sarang Konspirasi yang ada di negerinya, sehingga ditemukannya dokumen yang lain. Maka raja Bavaria merasa perlu menyampaikan peringatan adanya bahaya yang mengancam para penguasa di seluruh Eropa, termasuk Pemerintah Prancis, Inggris, Polandia, Jerman, Austria dan Rusia.
Akan tetapi, peringatan itu tidak ditanggapi dengan sepenuhnya, karena pengaruh kekuatan Konspirasi di negara-negara itu telah sedemikian besarnya, sehingga peringatan seperti itu tidak cukup membuat mereka tergugah untuk mengambil tindakan yang pasti.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pembentukan The Blue Masonry untuk Menghapus Nama Tuhan
(mhy)
Lihat Juga :