Konspirasi Yahudi: Kisah Perang Sipil, Rothschild Membagi Amerika untuk Keluarganya
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Pertemuan Rothschild dengan Benjamin Franklin
Sedang sasaran kedua adalah, bahwa wilayah ini akan jatah ke tangan para pemilik modal internasional secara langsung. Lebih dari itu, mereka akan menghalangi presiden besar Abraham Lincoln dengan perang ini, agar dia tidak membebaskan perbudakan di Amerika.
Mereka menyadari, bahwa perbudakan yang berkelanjutan tentu akan menyebabkan kehancuran bangsa Amerika itu sendiri. Presiden Lincoln sendiri telah mengetahui masalah ini, sehingga ia pernah mengucapkan kata-kata yang populer:
"Tidak mungkin suatu bangsa akan bertahan hidup, kalau setengah dari jumlah warganya terdiri dari warga yang berstatus merdeka, sedang setengah lainnya hidup dalam ikatan perbudakan."
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Mengakui sebagai Ayah Revolusi Prancis
Perang itu tidak sejalan dengan harapan para pemilik modal internasional. Setelah perang berjalan 2 tahun, pasukan Selatan tampak mengalami kemunduran dan membutuhkan bantuan.
Para pemilik modal menoleh kepada Napoleon III, dan mendesaknya agar tetap maju perang. Mereka menyanggupi memberi tambahan bantuan materi kepada Napoleon dengan target, bahwa mereka kelak akan bisa menguasai Louisiana dan Texas.
Czar Rusia mendengar berita ini, dan menjadi marah karenanya. Czar kemudian mengancam Inggris dan Prancis, bahwa penyerbuan dalam bentuk apa pun terhadap Amerika Serikat berarti menyerbu wilayah Rusia sendiri.
Ancaman itu bukan hanya gertak sambal. Czar mengirim pasukan angkatan lautnya menuju sepanjang pantai kota New York dan San Francisco, dan menyerahkan komando pasukan laut ini kepada presiden Abraham Lincoln sendiri.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
Sedang sasaran kedua adalah, bahwa wilayah ini akan jatah ke tangan para pemilik modal internasional secara langsung. Lebih dari itu, mereka akan menghalangi presiden besar Abraham Lincoln dengan perang ini, agar dia tidak membebaskan perbudakan di Amerika.
Mereka menyadari, bahwa perbudakan yang berkelanjutan tentu akan menyebabkan kehancuran bangsa Amerika itu sendiri. Presiden Lincoln sendiri telah mengetahui masalah ini, sehingga ia pernah mengucapkan kata-kata yang populer:
"Tidak mungkin suatu bangsa akan bertahan hidup, kalau setengah dari jumlah warganya terdiri dari warga yang berstatus merdeka, sedang setengah lainnya hidup dalam ikatan perbudakan."
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Mengakui sebagai Ayah Revolusi Prancis
Perang itu tidak sejalan dengan harapan para pemilik modal internasional. Setelah perang berjalan 2 tahun, pasukan Selatan tampak mengalami kemunduran dan membutuhkan bantuan.
Para pemilik modal menoleh kepada Napoleon III, dan mendesaknya agar tetap maju perang. Mereka menyanggupi memberi tambahan bantuan materi kepada Napoleon dengan target, bahwa mereka kelak akan bisa menguasai Louisiana dan Texas.
Czar Rusia mendengar berita ini, dan menjadi marah karenanya. Czar kemudian mengancam Inggris dan Prancis, bahwa penyerbuan dalam bentuk apa pun terhadap Amerika Serikat berarti menyerbu wilayah Rusia sendiri.
Ancaman itu bukan hanya gertak sambal. Czar mengirim pasukan angkatan lautnya menuju sepanjang pantai kota New York dan San Francisco, dan menyerahkan komando pasukan laut ini kepada presiden Abraham Lincoln sendiri.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
(mhy)
Lihat Juga :