Konspirasi Yahudi: Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik

Kamis, 07 Desember 2023 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Father Gabon sendiri juga merencanakan mengadakan sebuah demonstrasi besar-besaran secara damai menuju istana Czar pada tanggal 22 Januari 1905.

Gabon akan mengajukan surat permohonan mengenai perbaikan secara damai. Sementara itu, pihak kelompok ekstrimis akan mengajukan beberapa tuntutan dengan menggunakan kekerasan.

Sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan, demonstrasi besar-besaran diadakan pada tanggal tersebut di atas, diikuti oleh berbagai kelompok serikat buruh, disertai oleh anak dan istri mereka. Demonstrasi berjalan teratur menuju istana Czar di ibukota Rusia dan Petersburg, yaitu kota Leningrad sekarang.

Sampai di sini demonstrasi masih berjalan damai dan mengisyaratkan kepatuhan mereka terhadap Czar. Namun ketika mereka sampai di depan pintu istana, tiba-tiba terjadi pembantaian besar-besaran yang dikenal dalam sejarah Rusia dengan sebutan "pembantaian minggu berdarah".

Tembakan senapan mesin membabi-buta menghujani mereka, sehingga ribuan korban jatuh berserakan menutupi halaman istana dengan darah mereka. Sedang sejumlah besar lainnya mengalami luka parah.

Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi

Siapakah sebenarnya orang yang berada di balik pembantaian itu? Czar Nicholey II saat itu sedang berada di luar kota San Petersburg. Hasil penyelidikan selanjutnya menunjukkan, bahwa perintah penembakan itu datang dari seorang perwira pengawal istana Czar, dan ia adalah pelaksana dari rancangan besar yang dibuat oleh Konspirasi Internasional.

Pembantaian kejam tersebut menyulut api kebencian umum terhadap Czar dan pemerintahnya. Untuk menurunkan suhu politik yang makin memanas, Czar mengeluarkan sebuah instruksi untuk membentuk komite khusus guna menyelidiki peristiwa-peristiwa berdarah tersebut, beberapa hari ini setelah kejadian.

Czar juga mengadakan perubahan sistem, dari sistem kerajaan absolut menjadi sistem elektif dengan mengeluarkan instruksi untuk membentuk badan legislatif yang dikenal dengan sebutan Duma.

Czar memberi amnesti kepada para tawanan politik. Di antara tawanan yang mendapat amnesti adalah Lenin, Martov dan tokoh-tokoh Bolshevik dan Manshevik lainnya.

Akan tetapi, kebebasan mereka justru membuat suhu kekacauan dan pembangkangan lebih panas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Selamat! Hafiz Indonesia...
Selamat! Hafiz Indonesia Sabet Runner-Up MHQ Internasional di Arab Saudi
Paham Menstrual Taboo:...
Paham Menstrual Taboo: Islam Mengikis Tradisi dan Mitos Yahudi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz Mengangkat Iyas bin Mu’awiyah sebagai Hakim
Sihir: Asbabun Nuzul...
Sihir: Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 102
Sihir dalam Surat Al-Baqarah...
Sihir dalam Surat Al-Baqarah Ayat 102: Makna Al-Muradat, Orang-Orang Yahudi
Rekomendasi
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Malam Ini, Ada Fenomena...
Malam Ini, Ada Fenomena Langit yang Terakhir Terjadi Hampir 400 Tahun Lalu!
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Artikel Terkini
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved