Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Jum'at, 08 Desember 2023 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Swiss adalah pusat yang penting bagi para pemilik modal Yahudi internasional. Vladimir melarikan diri ke Swiss pada tahun 1895 dalam usia 25 tahun, setelah saudaranya dihukum mati oleh Czar.
Di sanalah ia bertemu dengan tokoh-tokoh Komunis dalam pengasingan. Dalam sekejap Vladimir segera dikenal oleh mereka, karena kecerdasan dan wawasannya yang luas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Di samping itu Lenin bergabung dengan para tokoh Komunis di Swiss atas nasihat dan bimbingan para Sesepuh Yahudi. Di sana ia bertemu dengan Bilichanov, seorang penganut Kristen satu-satunya di antara mereka kecuali Lenin, dan dari tokoh Yahudi seperti Leoduch Kslarud, Yulius Rayoum dan wanita Yahudi Feroza Solich dan lain-lain.
Mereka lalu mendirikan perkumpulan proletar berhaluan Marxisme dengan nama Kelompok Pembebasan Kaum Pekerja. Yulius Rayoum ketika itu masih berusia sangat muda seperti Lenin. Akan tetapi, ia sudah dikenal sebagai anggota teroris yang sadis dan berdarah dingin, ketika masih hidup dalam ghetto.
Kelak ia menjadi pemimpin Manshevik, dengan mengambil sebuah nama julukan untuk dirinya, yaitu Martov seperti juga Vladimir Olianov menjuluki dirinya dengan sebutan revolusioner, Lenin.
Lenin kembali dari Swiss setelah membekali diri dengan berbagai pengalaman baru mengenai gerakan revolusioner yang diberikan oleh para tokoh Yahudi. Ia bekerja sama dengan Martov dan para tokoh revolusioner lainnya dalam mempersiapkan sebuah revolusi, yang akan dimulai dari San Petersburg.
Mereka mengatur pemogokan umum, demonstrasi dan kerusuhan dengan menyebarkan propaganda paham Komunisme Atheis, di samping melakukan penyusupan orang penting tertentu untuk diperalat. Namun akhirnya Lenin dan kawan-kawannya ditangkap dan diadili.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Lenin dipenjarakan sampai tahun 1897, kemudian dibuang ke Siberia bersama Martov dan kawan-kawan. Ia diperbolehkan membawa serta istri dan anaknya yang masih kecil.
Lenin hidup dalam pembuangan sampai tahun 1900, yaitu ketika Czar memberikan amnesti umum bagi para tahanan politik. Kemudian Lenin dan Martov bersama kawan-kawannya pergi meninggalkan Rusia menuju Swiss.
Di sanalah ia bertemu dengan tokoh-tokoh Komunis dalam pengasingan. Dalam sekejap Vladimir segera dikenal oleh mereka, karena kecerdasan dan wawasannya yang luas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Di samping itu Lenin bergabung dengan para tokoh Komunis di Swiss atas nasihat dan bimbingan para Sesepuh Yahudi. Di sana ia bertemu dengan Bilichanov, seorang penganut Kristen satu-satunya di antara mereka kecuali Lenin, dan dari tokoh Yahudi seperti Leoduch Kslarud, Yulius Rayoum dan wanita Yahudi Feroza Solich dan lain-lain.
Mereka lalu mendirikan perkumpulan proletar berhaluan Marxisme dengan nama Kelompok Pembebasan Kaum Pekerja. Yulius Rayoum ketika itu masih berusia sangat muda seperti Lenin. Akan tetapi, ia sudah dikenal sebagai anggota teroris yang sadis dan berdarah dingin, ketika masih hidup dalam ghetto.
Kelak ia menjadi pemimpin Manshevik, dengan mengambil sebuah nama julukan untuk dirinya, yaitu Martov seperti juga Vladimir Olianov menjuluki dirinya dengan sebutan revolusioner, Lenin.
Lenin kembali dari Swiss setelah membekali diri dengan berbagai pengalaman baru mengenai gerakan revolusioner yang diberikan oleh para tokoh Yahudi. Ia bekerja sama dengan Martov dan para tokoh revolusioner lainnya dalam mempersiapkan sebuah revolusi, yang akan dimulai dari San Petersburg.
Mereka mengatur pemogokan umum, demonstrasi dan kerusuhan dengan menyebarkan propaganda paham Komunisme Atheis, di samping melakukan penyusupan orang penting tertentu untuk diperalat. Namun akhirnya Lenin dan kawan-kawannya ditangkap dan diadili.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Lenin dipenjarakan sampai tahun 1897, kemudian dibuang ke Siberia bersama Martov dan kawan-kawan. Ia diperbolehkan membawa serta istri dan anaknya yang masih kecil.
Lenin hidup dalam pembuangan sampai tahun 1900, yaitu ketika Czar memberikan amnesti umum bagi para tahanan politik. Kemudian Lenin dan Martov bersama kawan-kawannya pergi meninggalkan Rusia menuju Swiss.
(mhy)
Lihat Juga :