Memprioritaskan Taubat dalam Kehidupan
Minggu, 09 Agustus 2020 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya jika seorang Mukmin melakukan dosa, maka tertorehlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat dan berhenti dari dosa itu dan memohon ampun kepada Allah, maka hatinya menjadi bersih dari noda tersebut, Apabila dosanya bertambah, maka bertambah pula noda tersebut sampai menutupi seluruh hatinya".
Itulah noda yang disebutkan oleh Allah dalam firman_nya :
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." ((QS. Al-Muthaffifiin: 14)
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Wahai, orang-orang yang menyia-nyiakan usianya, sampai kapan engkau meminta taubat? Tidak ada alasan bagimu untuk menundanya! Sampai kapan orang akan berkata kepadamu: 'Hai orang yang terfitnah dan tertipu?" Kasihan sekali kamu ini! Bulan-bulan kebaikan telah berlalu, namun kamu masih menghitung bulan-bulan itu. Apakah kamu tahu amalan itu diterima atau ditolak? Apakah kamu tahu bahwa dirimu adalah orang yang menyambung tali silaturahm iatau yang memutuskannya? Apakah kamu tahu kelak akan meniti kebahagiaan atau pada mukamu tergambar penyesalan? Apakah kamu mengetahui bahwa dirimu adalah seorang penguni neraka atau istana?
Ia juga berkata : Kelalaian apakah ini, padahal kalian bisa menyaksikan? ketidaksadaran apakah ini, padahal kalian masih terjaga? Bagaimana bisa kalian melupakan perbekalan, sementara kalian sedang bepergian? Berapa banyak orang-orang terdahulu sebelum kalian telah meninggal , apakah kalian tidak berpikir? Tidakkah kalian menyaksikan bagaimana Allah menempatkan mereka pada posisi yang merugikan? Mereka tidak mampu memberikan satu wasiat pun dan tidak juga bisa kembali kepada keluarganya.
Maka hendaknya setiap muslim untuk memprioritaskan taubat dalam kehidupannya. Karena satu dosa yang diampuni lebih baik dibanding dunia dan seluruh isinya. Betapa rugi jika mengabaikan hakekat taubat. Apalagi jika kita melihat bahwa begitu mudahnya Allah mengampuni dosa hamba-nya. (Baca juga : Hukum Tentang Membuka Tali Pengikat pada Jenazah )
Jika kita tidak bergegas meminta ampun kepada Allah Ta'ala maka bisa termasuk golongan yang tidak mensyukuri nikmat Allah. Jika manusia menumpuk dosa, meremehkan taubat, dan bahkan meremehkan ampunan Allah maka dia akan ditimpa kegelapan dalam kehidupannya. Karena itulah, kita segerakan mendekat kepada Allah meraih cinta-Nya dengan perbanyak istighfar dan bertaubat.
Wallahu A'lam
Itulah noda yang disebutkan oleh Allah dalam firman_nya :
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." ((QS. Al-Muthaffifiin: 14)
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Wahai, orang-orang yang menyia-nyiakan usianya, sampai kapan engkau meminta taubat? Tidak ada alasan bagimu untuk menundanya! Sampai kapan orang akan berkata kepadamu: 'Hai orang yang terfitnah dan tertipu?" Kasihan sekali kamu ini! Bulan-bulan kebaikan telah berlalu, namun kamu masih menghitung bulan-bulan itu. Apakah kamu tahu amalan itu diterima atau ditolak? Apakah kamu tahu bahwa dirimu adalah orang yang menyambung tali silaturahm iatau yang memutuskannya? Apakah kamu tahu kelak akan meniti kebahagiaan atau pada mukamu tergambar penyesalan? Apakah kamu mengetahui bahwa dirimu adalah seorang penguni neraka atau istana?
Ia juga berkata : Kelalaian apakah ini, padahal kalian bisa menyaksikan? ketidaksadaran apakah ini, padahal kalian masih terjaga? Bagaimana bisa kalian melupakan perbekalan, sementara kalian sedang bepergian? Berapa banyak orang-orang terdahulu sebelum kalian telah meninggal , apakah kalian tidak berpikir? Tidakkah kalian menyaksikan bagaimana Allah menempatkan mereka pada posisi yang merugikan? Mereka tidak mampu memberikan satu wasiat pun dan tidak juga bisa kembali kepada keluarganya.
Maka hendaknya setiap muslim untuk memprioritaskan taubat dalam kehidupannya. Karena satu dosa yang diampuni lebih baik dibanding dunia dan seluruh isinya. Betapa rugi jika mengabaikan hakekat taubat. Apalagi jika kita melihat bahwa begitu mudahnya Allah mengampuni dosa hamba-nya. (Baca juga : Hukum Tentang Membuka Tali Pengikat pada Jenazah )
Jika kita tidak bergegas meminta ampun kepada Allah Ta'ala maka bisa termasuk golongan yang tidak mensyukuri nikmat Allah. Jika manusia menumpuk dosa, meremehkan taubat, dan bahkan meremehkan ampunan Allah maka dia akan ditimpa kegelapan dalam kehidupannya. Karena itulah, kita segerakan mendekat kepada Allah meraih cinta-Nya dengan perbanyak istighfar dan bertaubat.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :