Begini Cara Abdurrahman bin Auf Tetapkan Utsman sebagai Pengganti Umar bin Khattab

Jum'at, 22 Desember 2023 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Tatkala musyawarah sudah dimulai, terjadi perdebatan sengit di antara mereka dan ada yang dengan suara keras demikian rupa, sehingga terkesan oleh Abu Talhah al-Ansari bahwa perselisihan mereka sudah makin memuncak.

Ia masuk dan berkata kepada mereka: "Saya lebih ngeri melihat kalian saling dorong daripada saling bersaing. Demi Allah, saya tidak akan menambah dari tiga hari yang sudah diperintahkan kepada kalian. Setelah itu saya akan tinggal di rumah dan akan melihat apa yang kalian kerjakan!"

Menurut Haekal, ada sumber yang menyebutkan bahwa perdebatan sengit ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yang kemudian Abdur-Rahman bin Auf dapat mengatasi dengan sebuah usul sehingga dapat meredakan suasana dan berakhir dengan mencapai tujuan seperti yang diharapkan.

Sumber lain menuturkan bahwa Abdur-Rahman bin Auf sudah dapat mengatasi perselisihan itu sejak hari pertama, dan dengan kebijaksanaannya ia mampu menyelesaikannya dengan baik.

Mana pun dari kedua sumber itu yang benar, namun Abdur-Rahman bin Auf berkata kepada mereka yang bersidang: "Siapa di antara kalian yang paling utama akan ditampilkan untuk dikukuhkan memegang pimpinan?"

Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?

Mereka yang hadir melihat keheranan kepadanya dan tak seorang pun yang menjawab. Bagaimana akan menjawab sementara pimpinan sedang dipertentangkan antara Banu Hasyim dan kaum Quraisy yang lain!

Kata Abdur-Rahman lagi: "Saya tidak mencalonkan diri," dijawab oleh Utsman: "Saya yang pertama setuju." Sa'ad dan Zubair juga berkata: "Kami setuju." Tetapi Ali bin Abi Thalib diam.

Oleh Abdur-Rahman ia ditanya: "Abul-Hasan, bagaimana pendapat Anda?"

Ali menjawab: "Berjanjilah Anda akan lebih mengutamakan kebenaran, tidak memperturutkan nafsu, tidak mengkhususkan pertalian kerabat dan tidak mengabaikan bimbingan bagi umat."

Soalnya karena Abdur-Rahman masih ipar Utsman bin Affan dan sepupu Sa'ad bin Abi Waqqas. Oleh karenanya Ali khawatir ia akan mengutamakan Utsman.

Akan tetapi begitu Abdur-Rahman mendengar kata-kata Ali itu ia berkata: "Berjanjilah kalian bahwa kalian akan mendukung saya dalam mengadakan perubahan dan menyetujui orang yang saya pilihkan, dan saya berjanji kepada Allah tidak akan mengutamakan kerabat dan tidak akan mengabaikan bimbingan kepada umat Muslimin."

Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya

Dengan demikian ia berjanji kepada mereka dan mereka pun setuju.

Abdur-Rahman menarik diri dari kedudukannya yang dicalonkan oleh Umar, dan perhatiannya hanya tertuju untuk mempersatukan Muslimin atas siapa saja orang yang dipilih memegang pimpinan.

Oleh karena itu ia melangkah untuk memperkecil lingkaran para calon itu, sebab dia tahu bahwa pada saat itu hanya tinggal Ali dan Utsman yang dipersaingkan dan ia khawatir mereka akan berselisih.

Ia mulai berusaha membatasi pencalonan hanya pada kedua tokoh itu. Dalam hal ini langkah pertamanya ia mengajak Ali berbicara empat mata. "Anda berkata," kata Abdur-Rahman, "bahwa dalam hal ini Anda lebih berhak dimasukkan dalam kewenangan daripada mereka karena kekerabatan Anda, karena Anda sudah lebih dulu dalam Islam serta jasa baik Anda dalam agama. Memang demikianlah adanya. Tetapi bagaimana seandainya Anda terlewatkan dan dalam hal ini Anda tidak termasuk, siapa di antara mereka menurut hemat Anda yang lebih berhak?"

Dijawab oleh Ali: "Utsman!"

Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain

Kemudian ia mengajak Utsman berbicara empat mata, dan katanya: "Anda mengatakan 'Tetua Banu Abdu Manaf, menantu Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, anak pamannya, yang mula-mula dalam Islam dan sudah berjasa, bagaimana saya akan dilewatkan dalam hal ini?' Tetapi bagaimana seandainya Anda terlewatkan dan dalam hal ini Anda tidak termasuk, siapa di antara mereka menurut hemat Anda yang lebih berhak?"

Dijawab oleh Utsman: "Ali!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Rekomendasi
Seperti Amuba! Inilah...
Seperti Amuba! Inilah Jenis Virus Purba yang Dihidupkan Kembali
Tadabur 5 Ayat Surat...
Tadabur 5 Ayat Surat Yasin tentang Fenomena Alam, Simak di Sini!
Jet Pribadi Erdogan...
Jet Pribadi Erdogan Mondar-mandir Angkut Korban Gempa Turki
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved