Begini Cara Abdurrahman bin Auf Tetapkan Utsman sebagai Pengganti Umar bin Khattab

Jum'at, 22 Desember 2023 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Sebelum itu ia sudah membicarakan dengan semua anggota Majelis Syura dan dimintanya mereka memberi kuasa kepada tiga orang di antara mereka yang sudah tidak berhak memegang pimpinan pemerintahan, karena Sa'ad dan Zubair sadar bahwa sudah tak ada harapan kedua mereka untuk memegang pimpinan itu. Maka Zubair menguasakan haknya dalam pimpinan itu kepada Ali, Sa'ad memberi kuasa kepada Abdur-Rahman dan hak Talhah diberikan kepada Utsman. Tetapi karena Abdur-Rahman sudah mengundurkan diri dan pencalonan itu dibatasinya hanya pada Ali dan Utsman, maka hal memilih salah seorang dari keduanya itu berada di tangan Abdur-Rahman.

Abdur-Rahman sudah memperkirakan besarnya tanggung jawab yang harus dipikulnya, serta kewajibannya kepada Allah, kepada agama-Nya dan kepada kaum Muslimin, untuk mencapai tujuan mempersatukan mereka dan membendung segala perselisihan.

Baca juga: Mimpi Bertemu Nabi dan Kronologi Terbunuhnya Utsman bin Affan

Oleh karena itu ia berusaha menemui sahabat-sahabat Rasulullah dan para perwira militer serta pemuka-pemuka masyarakat yang baru kembali ke Madinah setelah menunaikan ibadah haji. Mereka semua ditanyainya bersama-sama dan satu per satu, yang berkelompok atau yang terpencar, dengan diam-diam dan dengan terbuka, sampai dapat menghasilkan dua orang terbaik untuk kemudian dilantik.

Ia melihat tampaknya yang jelas kebanyakan lebih cenderung pada Utsman. Kendati begitu ia tidak ingin menyatakan suatu pendapat kepada mereka yang akan membuat pembela-pembela Ali curiga, tetapi ia pergi ke rumah kemenakannya, Miswar bin Makhramah.

Pada larut malam setelah malam terakhir batas yang diminta Umar untuk memilih seorang amirulmukminin itu, ia dibangunkan. Dimintanya agar memanggil Ali dan Utsman.

Setelah keduanya kemudian datang ia berkata: "Saya sudah menanyakan orang banyak, tetapi saya tidak melihat ada orang yang membeda-bedakan kalian berdua."

Kemudian ia meminta janji mereka masing-masing: Yang terpilih agar berlaku adil, dan yang tidak terpilih supaya taat dan patuh. Subuh itu ia mengajak kedua mereka setelah terdengar suara bahwa salat sudah siap. Masjid sudah penuh sesak. Ia naik ke mimbar dan berdoa panjang sekali.

Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Setelah itu katanya: "Saudara-saudara, banyak orang yang menginginkan penduduk daerah-daerah perbatasan ditempatkan di daerah-daerah mereka, dan mereka sudah tahu siapa pemimpin mereka."

Sa'id bin Zaid menyela: "Kami lihat Andalah yang pantas untuk itu." Tetapi dijawab oleh Abdur-Rahman: "Kalian sebutkan nama yang lain!"

Ammar bin Yasir dan Miqdad bin Amr menyebut nama Ali sementara Abdullah bin Abi Sarh dan Abdullah bin Abi Rabi'ah menyebut nama Utsman.

Perbedaan antara kedua golongan ini berlanjut dengan saling memaki antara Ammar dengan Ibn Abi Sarh. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqas berteriak: Abdur-Rahman! Coba atasi ini sebelum orang banyak terpancing dalam keributan!" Abdur-Rahman menjawab: "Sudah saya pertimbangkan dan saya rundingkan. Janganlah Saudara-saudara menjerumuskan diri!"

Ia memanggil Ali dan sambil memegang tangannya ia berkata: "Bersediakah Anda saya baiat atas dasar Kitabullah dan sunah Rasulullah serta perangai kedua orang penggantinya?"

Baca juga: Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib

Ali menjawab: "Saya harap saya dapat berbuat dan bekerja apa yang saya ketahui dan menurut kemampuan saya."

Tangan Ali dilepaskan lalu ia memanggil Utsman dan memegang tangannya seraya berkata: "Bersediakah Anda saya baiat atas dasar Kitabullah dan sunah Rasulullah serta perangai kedua orang penggantinya?"

Utsman menjawab: "Ya, demi Allah!"

Abdur-Rahman mengangkat mukanya ke langit-langit Masjid dan sambil memegang tangan Utsman ia berkata tiga kali: "Dengarkanlah dan saksikanlah!" dilanjutkan dengan katanya: "Saya sudah melepaskan apa yang dipikulkan di atas bahu saya dan saya letakkan di bahu Utsman!" Setelah itu ia membaiat Usman, orang-orang di dalam Masjid pun beramai-ramai membaiatnya.

Baca juga: Memetik Hikmah dari Kisah Kesabaran Ali bin Abi Thalib
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karena Jarang Senyum dan Jutek, Umar bin Khattab 2 Kali Ditolak Lamarannya
Rekomendasi
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Fenomena Letusan Kimberlit...
Fenomena Letusan Kimberlit Akan Muntahkan Butiran Berlian
Ini Rahasia Ratu Mesir...
Ini Rahasia Ratu Mesir Kuno yang Bikin Pria Terbius Melihatnya
Artikel Terkini
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved