Empat Harta Ajaib: Kisah dari Timur tentang Yesus
Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:59 WIB
loading...
Beberapa kalangan menganggap kisah ini merujuk secara tersamar pada klaim bahwa Yesus tidak mati di Salib. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Legenda berikut ini menyerupai banyak cerita dari Timur tentang benda-benda ajaib, yang sering dijumpai dalam cerita-cerita rakyat.
Beberapa kalangan menganggap kisah ini merujuk secara tersamar pada klaim bahwa Yesus tidak mati di Salib. Kalangan lain percaya bahwa kisah ini mengacu pada empat teknik yang dimiliki oleh tarekat-tarekat Darwis Timur utama dan gabungan mereka di bawah Naqshbandi di India dan Khorasan.
Penjelasan Sufi yang lebih lazim adalah bahwa 'Pekerjaan Darwis' terdiri atas empat elemen yang keempatnya harus dilakukan bersama secara rahasia.
Berikut kisah tersebut sebagaimana dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah dan diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi":
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
Konon, empat orang darwis suci tingkat kedua bertemu dan bersepakat untuk mencari harta yang memungkinkan mereka mengabdi pada kemanusiaan. Keempat darwis itu telah mempelajari segala ilmu dan percaya bahwa melalui kerja sama itu mereka bisa mengabdi dengan lebih baik.
Mereka saling berjanji untuk berjumpa kembali tiga puluh tahun kemudian.
Pada hari yang ditentukan itu, mereka pun berjumpa kembali. Darwis pertama membawa tongkat ajaib dari Utara jauh; dengan mengayunkannya, orang bisa sampai ke tujuan dalam sekejap. Darwis kedua, dari Barat jauh, membawa topi ajaib; orang yang memakainya bisa dalam seketika mengubah diri menjadi orang lain sesuai keinginannya. Darwis ketiga, dari pengelanaan dan pencariannya di Timur jauh, membawa cermin ajaib; dalam cermin itu bisa terlihat setiap bagian bumi yang dikehendaki. Darwis keempat, mengembara di Selatan jauh, membawa pulang piala ajaib, yang dengannya segala penyakit bisa disembuhkan.
Kemudian, para darwis itu menatap ke Cermin untuk mencari sumber Air Kehidupan. Dengan meminum air itu, usia mereka bisa cukup panjang untuk mempergunakan harta tersebut demi kemanusiaan. Mereka berhasil menemukan Mata Air Kehidupan itu, lalu terbang kesana dengan tongkat ajaib, dan meminum air itu.
Kemudian, para darwis itu sembahyang, untuk melihat siapakah orang paling membutuhkan pertolongan mereka. Dalam Cermin, muncul wajah seseorang lelaki yang hampir meninggal. Lelaki itu berhari-hari perjalanan jauhnya dari tempat mereka.
Beberapa kalangan menganggap kisah ini merujuk secara tersamar pada klaim bahwa Yesus tidak mati di Salib. Kalangan lain percaya bahwa kisah ini mengacu pada empat teknik yang dimiliki oleh tarekat-tarekat Darwis Timur utama dan gabungan mereka di bawah Naqshbandi di India dan Khorasan.
Penjelasan Sufi yang lebih lazim adalah bahwa 'Pekerjaan Darwis' terdiri atas empat elemen yang keempatnya harus dilakukan bersama secara rahasia.
Berikut kisah tersebut sebagaimana dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah dan diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi":
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
Konon, empat orang darwis suci tingkat kedua bertemu dan bersepakat untuk mencari harta yang memungkinkan mereka mengabdi pada kemanusiaan. Keempat darwis itu telah mempelajari segala ilmu dan percaya bahwa melalui kerja sama itu mereka bisa mengabdi dengan lebih baik.
Mereka saling berjanji untuk berjumpa kembali tiga puluh tahun kemudian.
Pada hari yang ditentukan itu, mereka pun berjumpa kembali. Darwis pertama membawa tongkat ajaib dari Utara jauh; dengan mengayunkannya, orang bisa sampai ke tujuan dalam sekejap. Darwis kedua, dari Barat jauh, membawa topi ajaib; orang yang memakainya bisa dalam seketika mengubah diri menjadi orang lain sesuai keinginannya. Darwis ketiga, dari pengelanaan dan pencariannya di Timur jauh, membawa cermin ajaib; dalam cermin itu bisa terlihat setiap bagian bumi yang dikehendaki. Darwis keempat, mengembara di Selatan jauh, membawa pulang piala ajaib, yang dengannya segala penyakit bisa disembuhkan.
Kemudian, para darwis itu menatap ke Cermin untuk mencari sumber Air Kehidupan. Dengan meminum air itu, usia mereka bisa cukup panjang untuk mempergunakan harta tersebut demi kemanusiaan. Mereka berhasil menemukan Mata Air Kehidupan itu, lalu terbang kesana dengan tongkat ajaib, dan meminum air itu.
Kemudian, para darwis itu sembahyang, untuk melihat siapakah orang paling membutuhkan pertolongan mereka. Dalam Cermin, muncul wajah seseorang lelaki yang hampir meninggal. Lelaki itu berhari-hari perjalanan jauhnya dari tempat mereka.
Lihat Juga :