Rumusan Kesejahteraan Menurut Al-Qur'an, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Selasa, 16 Januari 2024 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Mereka hidup bahagia bersama sanak keluarganya yang beriman (Baca surat Ya Sin [36] : 55-58, dan Al-Thur [52] : 21).
Baca juga: Keadilan Lebih Utama Ketimbang Ihsan, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Adam bersama istrinya diharapkan dapat mewujudkan bayang-bayang surga itu di permukaan bumi ini dengan usaha sungguh-sungguh, berpedoman kepada petunjuk-petunjuk Ilahi.
"Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu (hai Adam, setelah engkau berada di dunia, maka ikutilah). Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tiada ketakutan menimpa mereka dan tiada pula kesedihan" ( QS Al-Baqarah [2] : 38).
"Itulah rumusan kesejahteraan yang dikemukakan oleh Al-Quran. Rumusan ini dapat mencakup berbagai aspek kesejahteraan sosial yang pada kenyataannya dapat menyempit atau meluas sesuai dengan kondisi pribadi, masyarakat, serta perkembangan zaman," ujar Quraish Shihab.
Menurutnya, untuk masa kini, kita dapat berkata bahwa yang sejahtera adalah yang terhindar dari rasa takut terhadap penindasan, kelaparan, dahaga, penyakit, kebodohan, masa depan diri, sanak keluarga, bahkan lingkungan.
Sayyid Quthb mengatakan bahwa: "Sistem kesejahteraan sosial yang diajarkan Islam bukan sekadar bantuan keuangan --apa pun bentuknya. Bantuan keuangan hanya merupakan satu dari sekian bentuk bantuan yang dianjurkan Islam."
Baca juga: Makna Ummatan Wasatha Menurut Quraish Shihab
Baca juga: Keadilan Lebih Utama Ketimbang Ihsan, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Adam bersama istrinya diharapkan dapat mewujudkan bayang-bayang surga itu di permukaan bumi ini dengan usaha sungguh-sungguh, berpedoman kepada petunjuk-petunjuk Ilahi.
"Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu (hai Adam, setelah engkau berada di dunia, maka ikutilah). Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tiada ketakutan menimpa mereka dan tiada pula kesedihan" ( QS Al-Baqarah [2] : 38).
"Itulah rumusan kesejahteraan yang dikemukakan oleh Al-Quran. Rumusan ini dapat mencakup berbagai aspek kesejahteraan sosial yang pada kenyataannya dapat menyempit atau meluas sesuai dengan kondisi pribadi, masyarakat, serta perkembangan zaman," ujar Quraish Shihab.
Menurutnya, untuk masa kini, kita dapat berkata bahwa yang sejahtera adalah yang terhindar dari rasa takut terhadap penindasan, kelaparan, dahaga, penyakit, kebodohan, masa depan diri, sanak keluarga, bahkan lingkungan.
Sayyid Quthb mengatakan bahwa: "Sistem kesejahteraan sosial yang diajarkan Islam bukan sekadar bantuan keuangan --apa pun bentuknya. Bantuan keuangan hanya merupakan satu dari sekian bentuk bantuan yang dianjurkan Islam."
Baca juga: Makna Ummatan Wasatha Menurut Quraish Shihab
(mhy)
Lihat Juga :