Menteri Hindu Memasuki Masjid Nabawi Viral, Bagaimana Hukumnya?
Selasa, 16 Januari 2024 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Demikian juga rombongan tamu dari Bani Tsaqif pernah memasuki masjid Madinah. Tsamamah bin Atsal ketika dalam kondisi tawanan diikat di masjid nabawi.”
Mazhab Maliki juga membolehkan non-Muslim untuk memasuki tanah haram kecuali Masjidilharam dengan izin umat Islam dan dengan aman. Tetapi Mazhab Malik mengharamkan non-Muslim untuk masuk ke dalam masjid manapun kecuali ada uzur tertentu.
Sedangkan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali mengharamkan sama sekali non-Muslim untuk masuk ke dalam Masjidilharam meskipun untuk kemaslahatan tertentu.
Baca juga: Masjid Nabawi Dikunjungi 200 Juta Jemaah Selama 11 Bulan Tahun Ini
Hanya saja, non-Muslim–menurut mereka–boleh memasuki masjid lain untuk sebuah hajat tertentu dengan izin umat Islam. Larangan memasuki tanah haram Makkah berdasarkan firman Allah, ‘Wahai orang yang beriman, sungguh orang musyrik itu najis. Janganlah mereka memasuki masjidil haram setelah tahun ini,’ (At-Taubah ayat 28).
Di dalam atsar disebutkan, ‘Tanah haram seluruhnya adalah masjid.’ Menurut ulama dari dua mazhab ini, orang kafir boleh masuk masjid dengan izin umat Islam karena suatu keperluan kecuali masjidil haram. Pasalnya, teks ayat tersebut hanya menyinggung Masjidilharam.
Hal ini juga sesuai kaidah bahwa pada asalnya segala sesuatu adalah boleh. Di dalam syariat sendiri tidak ada dalil yang mengalahi hukum asal ini.
Rasulullah SAW sendiri–ketika didatangi oleh rombongan kunjungan dari Thaif–menempatkan tamunya di masjid tersebut sebelum mereka memeluk Islam.
Baca juga: Arab Saudi Harumkan Masjid Nabawi dengan 30 Ton Parfum Setiap Hari
Mazhab Maliki juga membolehkan non-Muslim untuk memasuki tanah haram kecuali Masjidilharam dengan izin umat Islam dan dengan aman. Tetapi Mazhab Malik mengharamkan non-Muslim untuk masuk ke dalam masjid manapun kecuali ada uzur tertentu.
Sedangkan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali mengharamkan sama sekali non-Muslim untuk masuk ke dalam Masjidilharam meskipun untuk kemaslahatan tertentu.
Baca juga: Masjid Nabawi Dikunjungi 200 Juta Jemaah Selama 11 Bulan Tahun Ini
Hanya saja, non-Muslim–menurut mereka–boleh memasuki masjid lain untuk sebuah hajat tertentu dengan izin umat Islam. Larangan memasuki tanah haram Makkah berdasarkan firman Allah, ‘Wahai orang yang beriman, sungguh orang musyrik itu najis. Janganlah mereka memasuki masjidil haram setelah tahun ini,’ (At-Taubah ayat 28).
Di dalam atsar disebutkan, ‘Tanah haram seluruhnya adalah masjid.’ Menurut ulama dari dua mazhab ini, orang kafir boleh masuk masjid dengan izin umat Islam karena suatu keperluan kecuali masjidil haram. Pasalnya, teks ayat tersebut hanya menyinggung Masjidilharam.
Hal ini juga sesuai kaidah bahwa pada asalnya segala sesuatu adalah boleh. Di dalam syariat sendiri tidak ada dalil yang mengalahi hukum asal ini.
Rasulullah SAW sendiri–ketika didatangi oleh rombongan kunjungan dari Thaif–menempatkan tamunya di masjid tersebut sebelum mereka memeluk Islam.
Baca juga: Arab Saudi Harumkan Masjid Nabawi dengan 30 Ton Parfum Setiap Hari
(mhy)
Lihat Juga :