Hal-hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Berpuasa
Senin, 29 Januari 2024 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Kita juga harus memasang target yang jelas. Misalnya dalam hal ini adalah kita memasang target harus membaca enam juz dalam satu hari. Berarti diperkirakan setiap lima hari khatam satu kali. Tentu ini adalah kenikmatan. Oleh karena itu kita harus berfikir bagaimana agar enam juz ini bisa kita baca dalam satu hari. Kita tentukan waktu-waktunya. Dengan seperti itu puasa kita bisa maksimal.
Kita diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun ketika niat kita kurang kuat dan tekad kita kurang bulat, biasanya dalam mengamalkannya pun setengah-setengah.
Dibulan ramadhan ini, syahwat kita dilemahkan dengan adanya puasa tersebut. Dengan kita lapar, syahwat kita menjadi lemah dan keinginan berbuat maksiat pun menjadi lemah.
a. Membaca Al-Qur’an
Bahwa mereka fokus membaca Al-Qur’an. Imam Malik bin Anas, apabila datang bulan ramadhan beliau tinggalkan majelis haditsnya dan beliau fokus dengan membaca Al-Qur’an saja.
b. Sedekah
Ada lagi contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meningkatkan sedekahnya. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata :
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan ramadhan ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam ramadhan untuk menyimak bacaan al-Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dari pada angin yang berhembus.”
Maka dari itu kita harus berusaha semaksimal mungkin bagaimana agar kita bisa sedekah dibulan ramadhan ini.
c. Memberi makan orang yang berbuka puasa
Kita diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun ketika niat kita kurang kuat dan tekad kita kurang bulat, biasanya dalam mengamalkannya pun setengah-setengah.
2. Meminimalkan maksiat
Di zaman sekarang ini, tentu sulit untuk benar-benar lepas dari maksiat. Terutama maksiat pandangan kepada aurat-aurat yang bertebaran di jalan dan yang lainnya. Dalam hal ini maka ada baiknya kita berusaha untuk tidak banyak keluar rumah. Menahan diri dari pandangan yang membuat kita bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.Dibulan ramadhan ini, syahwat kita dilemahkan dengan adanya puasa tersebut. Dengan kita lapar, syahwat kita menjadi lemah dan keinginan berbuat maksiat pun menjadi lemah.
3. Kerjakan amal shaleh
Caranya adalah dengan mencari amal yang paling baik. Lalu mencari amal yang utama dari setiap amal yang paling utama. Kita harus tahu amalan yang paling dianjurkan dibulan ramadhan. Yaitu apa yang dikabarkan dalam hadits-hadits dan perbuatan salafush shalih.a. Membaca Al-Qur’an
Bahwa mereka fokus membaca Al-Qur’an. Imam Malik bin Anas, apabila datang bulan ramadhan beliau tinggalkan majelis haditsnya dan beliau fokus dengan membaca Al-Qur’an saja.
b. Sedekah
Ada lagi contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meningkatkan sedekahnya. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata :
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan ramadhan ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam ramadhan untuk menyimak bacaan al-Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dari pada angin yang berhembus.”
Maka dari itu kita harus berusaha semaksimal mungkin bagaimana agar kita bisa sedekah dibulan ramadhan ini.
c. Memberi makan orang yang berbuka puasa
Lihat Juga :