Gaji di Arab Saudi Naik 6 Persen, Partisipasi Perempuan Meningkat 36 Persen
Kamis, 15 Februari 2024 - 14:43 WIB
loading...
Gaji di Arab Saudi diperkirakan akan meningkat rata-rata 6 persen pada tahun 2024. Ilustrasi: Gulf News
A
A
A
Gaji di Arab Saudi diperkirakan akan meningkat rata-rata 6 persen pada tahun 2024. Sementara itu, tingkat partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja terus meningkat pesat.
Gulf News mengutip sebuah laporan mengungkapkan proyeksi ini muncul di tengah upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mendiversifikasi perekonomiannya agar tidak bergantung pada hidrokarbon, sebagai bagian dari Visi 2030, dan permintaan akan tenaga kerja berbakat terus meningkat.
Menurut spesialis rekrutmen Cooper Fitch, pembangunan tetap menjadi fokus utama Arab Saudi. Kota Neom senilai $500 miliar (Dh1,8 triliun), Proyek Laut Merah, dan AlUla merupakan mega proyek terbaru yang dikembangkan oleh Kerajaan yang telah meningkatkan permintaan akan talenta.
Baca juga: Tak Peduli Krisis, Visi 2030 Saudi Tetap Berlanjut
Selama setahun terakhir, 1,12 juta lapangan kerja diciptakan di sektor swasta sebagai bagian dari rencana pengembangan proyek senilai lebih dari $1 triliun (Dh 3,67 triliun), Kementerian Keuangan menyatakan dalam pernyataan anggaran tahun 2024.
“Tingkat partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja terus meningkat, ketika angka tersebut meningkat pada kuartal kedua tahun 2023 hingga mencapai 35 persen, melebihi target Visi Saudi 2030 sebesar 30 persen,” tambah kementerian dalam laporan anggaran.
Ketika perempuan memasuki dunia kerja dengan jumlah yang stabil, ledakan perekrutan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun ini. Peningkatan ini mencerminkan pentingnya dan keberhasilan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.
Skema Visa
Arab Saudi meluncurkan lima kategori visa bagi para profesional terampil dan investor yang bertujuan untuk menciptakan peluang kerja dan meningkatkan transfer pengetahuan. Kategori visa baru adalah visa tinggal bakat khusus, berbakat, investor, wirausaha, dan pemilik real estate.
Baca juga: Pejabat Perempuan Arab Saudi, Bukti Nyata Visi 2030
Gulf News mengutip sebuah laporan mengungkapkan proyeksi ini muncul di tengah upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mendiversifikasi perekonomiannya agar tidak bergantung pada hidrokarbon, sebagai bagian dari Visi 2030, dan permintaan akan tenaga kerja berbakat terus meningkat.
Menurut spesialis rekrutmen Cooper Fitch, pembangunan tetap menjadi fokus utama Arab Saudi. Kota Neom senilai $500 miliar (Dh1,8 triliun), Proyek Laut Merah, dan AlUla merupakan mega proyek terbaru yang dikembangkan oleh Kerajaan yang telah meningkatkan permintaan akan talenta.
Baca juga: Tak Peduli Krisis, Visi 2030 Saudi Tetap Berlanjut
Selama setahun terakhir, 1,12 juta lapangan kerja diciptakan di sektor swasta sebagai bagian dari rencana pengembangan proyek senilai lebih dari $1 triliun (Dh 3,67 triliun), Kementerian Keuangan menyatakan dalam pernyataan anggaran tahun 2024.
“Tingkat partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja terus meningkat, ketika angka tersebut meningkat pada kuartal kedua tahun 2023 hingga mencapai 35 persen, melebihi target Visi Saudi 2030 sebesar 30 persen,” tambah kementerian dalam laporan anggaran.
Ketika perempuan memasuki dunia kerja dengan jumlah yang stabil, ledakan perekrutan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun ini. Peningkatan ini mencerminkan pentingnya dan keberhasilan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.
Skema Visa
Arab Saudi meluncurkan lima kategori visa bagi para profesional terampil dan investor yang bertujuan untuk menciptakan peluang kerja dan meningkatkan transfer pengetahuan. Kategori visa baru adalah visa tinggal bakat khusus, berbakat, investor, wirausaha, dan pemilik real estate.
Baca juga: Pejabat Perempuan Arab Saudi, Bukti Nyata Visi 2030
Lihat Juga :