Inilah 2 Sosok Al Masih yang Muncul di Akhir Zaman
Jum'at, 23 Februari 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Adapun dalil yang menyebutkan Al Masih adalah Nabi Isa AS, sebagai berikut:
Ingatlah ketika para Malaikat berkata: Wahai Maryam sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah [Q.S. Ali ‘Imran (3): 45).
Selain itu, adapun kata al-Masih yang dikaitkan pada Isa disebut dalam al-Qur’an sebanyak delapan kali, yakni pada surah Ali-Imran (3) ayat 45, an-Nisa (4) ayat 157, 171-172, al-Maidah (5) ayat 17, 72, 75 dan at-Taubah (9) ayat 30.
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, aku mendengar Rasulullah SAW memohon perlindungan dalam sholatnya dari fitnah Dajjal." (HR Al-Bukhari).
Dari hadis yang disebutkan sebelumnya, konotasi Al-Masih yang terkait dengan Dajjal sebenarnya memiliki makna yang merujuk pada sifat negatif.
Ibnu al-Atsir dalam Tesisnya yang berjudul "Dajjal dalam Al-Qur'an dan Hadits" menjelaskan bahwa Dajjal disebut Al-Masih karena salah satu matanya terhapus.
Terdapat 330 hadis yang menyebutkan Dajjal yang diiringi kata al-Masih atau fitnati masihi. Di antara beberapa hadis yang menjelaskan makna tersebut adalah:
Artinya: Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan), aku mendengar Rasulallah saw memohon perlindungan dalam shalatnya dari fitnah Dajjal [H.R. al-Bukhari].
إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ [آل عمران (3): 45]
Ingatlah ketika para Malaikat berkata: Wahai Maryam sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah [Q.S. Ali ‘Imran (3): 45).
Selain itu, adapun kata al-Masih yang dikaitkan pada Isa disebut dalam al-Qur’an sebanyak delapan kali, yakni pada surah Ali-Imran (3) ayat 45, an-Nisa (4) ayat 157, 171-172, al-Maidah (5) ayat 17, 72, 75 dan at-Taubah (9) ayat 30.
2. Dajjal
Namun apabila Al-Masih dikaitkan dengan Dajjal maka maknanya akan berbeda. Dalam beberapa riwayat memang terdapat sebutan Al-Masih untuk Dajjal seperti hadis berikut:عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَسْتَعِيذُ فِى صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ [رواه البخاري
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, aku mendengar Rasulullah SAW memohon perlindungan dalam sholatnya dari fitnah Dajjal." (HR Al-Bukhari).
Dari hadis yang disebutkan sebelumnya, konotasi Al-Masih yang terkait dengan Dajjal sebenarnya memiliki makna yang merujuk pada sifat negatif.
Ibnu al-Atsir dalam Tesisnya yang berjudul "Dajjal dalam Al-Qur'an dan Hadits" menjelaskan bahwa Dajjal disebut Al-Masih karena salah satu matanya terhapus.
Terdapat 330 hadis yang menyebutkan Dajjal yang diiringi kata al-Masih atau fitnati masihi. Di antara beberapa hadis yang menjelaskan makna tersebut adalah:
عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَسْتَعِيذُ فِى صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ [رواه البخاري
Artinya: Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan), aku mendengar Rasulallah saw memohon perlindungan dalam shalatnya dari fitnah Dajjal [H.R. al-Bukhari].
Lihat Juga :