Iman kepada Kitab-Kitab Allah Berdasar Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Berbeda dengan pendapat golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah, mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk baik huruf maupun maknanya.
Berbeda pula dengan pendapat Asy’ariyah dan yang menyerupai mereka, yang mengatakan bahwa kalam (firman Allah) hanyalah maknanya saja, sedangkan huruf-hurufnya adalah makhluk.
Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kedua pendapat tersebut adalah batil, berdasarkan firman Allah:
“Dan jika ada seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia, sehingga ia sempat mendengar kalam Allah (Al- Qur’an)“. [ QS At Taubah/9 : 6].
“Mereka itu ingin mengubah kalam Allah“. [ QS Al Fath/48 : 15].
Dalam ayat-ayat di atas, tegas dinyatakan bahwa Al Qur’an sebagai Kalam Allah, bukan kalam yang selainnya.
Baca juga: Iman kepada Kitab-Kitab Allah Taala dan Rasul-Nya Mencegah Perilaku Korupsi, Begini Penjelasannya
Berbeda pula dengan pendapat Asy’ariyah dan yang menyerupai mereka, yang mengatakan bahwa kalam (firman Allah) hanyalah maknanya saja, sedangkan huruf-hurufnya adalah makhluk.
Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kedua pendapat tersebut adalah batil, berdasarkan firman Allah:
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ
“Dan jika ada seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia, sehingga ia sempat mendengar kalam Allah (Al- Qur’an)“. [ QS At Taubah/9 : 6].
يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ
“Mereka itu ingin mengubah kalam Allah“. [ QS Al Fath/48 : 15].
Dalam ayat-ayat di atas, tegas dinyatakan bahwa Al Qur’an sebagai Kalam Allah, bukan kalam yang selainnya.
Baca juga: Iman kepada Kitab-Kitab Allah Taala dan Rasul-Nya Mencegah Perilaku Korupsi, Begini Penjelasannya
(mhy)
Lihat Juga :