Selain Puasa, Adakah Amalam Prioritas di Bulan Ramadan?
Senin, 24 Februari 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Jabir bin Abdullah pernah menasihati, sebagaimana terdapat dalam Riwayat Ibnu Abi Syaibah, dalam kitabnya al-Mushannaf nomor 8880,
“Jika engkau puasa, maka puasakan pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dan dusta dan berbagai bentuk dosa. Jangan engkau sakiti pembantumu. Tetap bersikap tenang saat sedang puasa. Jangan engkau anggap sama hari-harimu ketika tidak berpuasa dengan hari-harimu ketika sedang puasa.”
Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 1145, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Rabb kita Tabaraka wata’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni?’”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita, selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah ini.
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab shahih-nya, hadis nomor 2025, beliau menyampaikan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.”
Demikian amalan-amalan prioritas yang dianjurkan diamalkan pada Bulan Ramadan nanti, selain amalan baik lainnya.
Baca juga: Inilah Beragam Julukan untuk Bulan Suci Ramadan
Wallahu A'lam
إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً
“Jika engkau puasa, maka puasakan pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dan dusta dan berbagai bentuk dosa. Jangan engkau sakiti pembantumu. Tetap bersikap tenang saat sedang puasa. Jangan engkau anggap sama hari-harimu ketika tidak berpuasa dengan hari-harimu ketika sedang puasa.”
6. Berdoa
Salah satu cara kita memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadan adalah dengan memperbanyak doa dan tobat. Keutamaan berdoa di akhir malam lebih besar dari paruh waktu lainnya. Di bulan Ramadan, berdoa di waktu sepuluh hari terakhir juga memiliki keutamaan tersendiri. Karena pada waktu itu terdapat lailatul qadar, malam yang keutamaannya setara dengan seribu bulan.Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 1145, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita Tabaraka wata’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni?’”
7. I’tikaf
I’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan amalan di bulan Ramadan yang keutamaannya sangat besar.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita, selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah ini.
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab shahih-nya, hadis nomor 2025, beliau menyampaikan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.”
Demikian amalan-amalan prioritas yang dianjurkan diamalkan pada Bulan Ramadan nanti, selain amalan baik lainnya.
Baca juga: Inilah Beragam Julukan untuk Bulan Suci Ramadan
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :