Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok Sukses Kembangkan Pertanian Hidroponik
Selasa, 19 Maret 2024 - 07:52 WIB
loading...
Pimpinan Pondok Pesantren Cendikia Amanah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M Cholil Nafis berkomitmen kembangkan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis pesantren. Foto/istimewa
A
A
A
DEPOK - Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok berhasil mengembangkan pertanian hidroponik . Hal itu dibuktikan dengan produk pertaniannya yang berhasil menembus pasar supermarket.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Dr. KH M Cholil Nafis menjelaskan Pesantren Cendekia Amanah selain menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan juga ingin mencetak kader entrepreneur.
”Dan ingin menjadikan pesantren sebagai inkubator pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis pesantren. Kini usaha-usaha selain hidroponik juga ada pertanian ikan dan dan ayam petelur. Semua itu utamanya untuk kebutuhan pesantren dan lebih diperdagangkan,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Baca juga: Kiai Cholil Nafis: Pesantren Harus Jadi Sentra Ekonomi dan Pasar Pemberdayaan Umat
Pertanian hidroponik adalah pertanian modern yang dikembangkan oleh Pesantren Cendekia Amanah bersama mitra beberapa pesantren di Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor (Jabodetabek).
”Hasil sayur yang melimpah digunakan utamanya untuk memenuhi kebutuhan santri. Namun nyatanya masih lebih banyak sehingga hasilnya dijual kepada wali murid, jemaah pengajian pesantren dan sampai supermarket,” katanya.
Baca juga: Ponpes Cendekia Amanah Depok Ingin Cetak Generasi Qurani Berwawasan Global
Senada, Al-Syaibani mengatakan, usaha-usaha perekonomian terbagi atas empat macam, yaitu sewa-menyewa, perdagangan, pertanian, dan perindustrian. Di antara keempat usaha perekonomian tersebut, Al-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian dari usaha lain.
Menurutnya, pertanian memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksanakan berbagai kewajibannya. Dalam perekonomian, pertanian merupakan suatu usaha yang mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. ”Allah telah menyediakan sawah dan ladang untuk bercocok tanam. Dan makanan yang kita makan merupakan hasil dari pertanian,” ujarnya.
Kini petani Pesantren Cendekia Amanah selain sebagai petani juga sebagai agrigator yang membina lebih dari 10 pesantren dan telah mengikat menjadi ekosistem ekonomi pesantren. Semua pesantren itu mengikat dalam Asosiasi Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Dr. KH M Cholil Nafis menjelaskan Pesantren Cendekia Amanah selain menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan juga ingin mencetak kader entrepreneur.
”Dan ingin menjadikan pesantren sebagai inkubator pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis pesantren. Kini usaha-usaha selain hidroponik juga ada pertanian ikan dan dan ayam petelur. Semua itu utamanya untuk kebutuhan pesantren dan lebih diperdagangkan,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Baca juga: Kiai Cholil Nafis: Pesantren Harus Jadi Sentra Ekonomi dan Pasar Pemberdayaan Umat
Pertanian hidroponik adalah pertanian modern yang dikembangkan oleh Pesantren Cendekia Amanah bersama mitra beberapa pesantren di Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor (Jabodetabek).
”Hasil sayur yang melimpah digunakan utamanya untuk memenuhi kebutuhan santri. Namun nyatanya masih lebih banyak sehingga hasilnya dijual kepada wali murid, jemaah pengajian pesantren dan sampai supermarket,” katanya.
Baca juga: Ponpes Cendekia Amanah Depok Ingin Cetak Generasi Qurani Berwawasan Global
Senada, Al-Syaibani mengatakan, usaha-usaha perekonomian terbagi atas empat macam, yaitu sewa-menyewa, perdagangan, pertanian, dan perindustrian. Di antara keempat usaha perekonomian tersebut, Al-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian dari usaha lain.
Menurutnya, pertanian memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksanakan berbagai kewajibannya. Dalam perekonomian, pertanian merupakan suatu usaha yang mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. ”Allah telah menyediakan sawah dan ladang untuk bercocok tanam. Dan makanan yang kita makan merupakan hasil dari pertanian,” ujarnya.
Kini petani Pesantren Cendekia Amanah selain sebagai petani juga sebagai agrigator yang membina lebih dari 10 pesantren dan telah mengikat menjadi ekosistem ekonomi pesantren. Semua pesantren itu mengikat dalam Asosiasi Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI).
Lihat Juga :