Kiprah Kaum Santri dan Optimisme Menyambut Transisi
Kamis, 24 Oktober 2024 - 10:21 WIB
loading...
Peranan santri mendukung pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam momentum Hari Santri Nasional sangat penting. Foto/Kemenag
A
A
A
SEMARANG - Peranan santri dalam mendukung program pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam momentum Hari Santri Nasional sangat penting.
Santri tidak hanya piawai dalam persoalan agama, namun juga mampu mendudukkannya dalam bingkai kemajemukan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga: Hari Santri 2024, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar
“Saya rasa para santri sangat merepresentasikan kemampuan Indonesia dalam mengelola perbedaan untuk menuju masa depan yang lebih baik, demokratis, harmonis, dan toleran. Para santri selama ini sudah teruji dari perspektif sejarah, ideologi dan keyakinannya. Kaum santri di Indonesia memiliki dua amanah, yaitu diniyah dan wathaniyah,” kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Prof Syamsul Ma’arif di Semarang, Rabu (23/10/2024).
Amanah diniyah, terangnya, memiliki makna bahwa seorang santri haruslah berpegang teguh pada prinsip keagamaannya sesuai dengan yang dibekali dari pesantren.
Sedangkan wathaniyah berarti santri harus memahami kerangka berpikir dan tujuan pendirian negara Indonesia yang mewadahi berbagai suku, agama, dan golongan.
Ketua FKPT Jawa Tengah periode 2022-2025 menambahkan bahwa pemahaman santri akan urusan kenegaraan tidak perlu diragukan, terbukti dengan adanya beberapa santri yang dipercaya menjabat banyak posisi penting, bahkan hingga tingkat kementerian.
Baca juga: Makna Logo Hari Santri 2024
“Wajar manakala para santri itu diapresiasi dan diberi kepercayaan penuh. Selain memberi semangat baru, penempatan santri pada banyak posisi penting secara tidak langsung adalah bentuk pengakuan terhadap eksistensi mereka," ujarnya.
Santri tidak hanya piawai dalam persoalan agama, namun juga mampu mendudukkannya dalam bingkai kemajemukan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga: Hari Santri 2024, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar
“Saya rasa para santri sangat merepresentasikan kemampuan Indonesia dalam mengelola perbedaan untuk menuju masa depan yang lebih baik, demokratis, harmonis, dan toleran. Para santri selama ini sudah teruji dari perspektif sejarah, ideologi dan keyakinannya. Kaum santri di Indonesia memiliki dua amanah, yaitu diniyah dan wathaniyah,” kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Prof Syamsul Ma’arif di Semarang, Rabu (23/10/2024).
Amanah diniyah, terangnya, memiliki makna bahwa seorang santri haruslah berpegang teguh pada prinsip keagamaannya sesuai dengan yang dibekali dari pesantren.
Sedangkan wathaniyah berarti santri harus memahami kerangka berpikir dan tujuan pendirian negara Indonesia yang mewadahi berbagai suku, agama, dan golongan.
Ketua FKPT Jawa Tengah periode 2022-2025 menambahkan bahwa pemahaman santri akan urusan kenegaraan tidak perlu diragukan, terbukti dengan adanya beberapa santri yang dipercaya menjabat banyak posisi penting, bahkan hingga tingkat kementerian.
Baca juga: Makna Logo Hari Santri 2024
“Wajar manakala para santri itu diapresiasi dan diberi kepercayaan penuh. Selain memberi semangat baru, penempatan santri pada banyak posisi penting secara tidak langsung adalah bentuk pengakuan terhadap eksistensi mereka," ujarnya.
Lihat Juga :