Tradisi Berbuka dengan Kurma: Buah Jazirah Arab yang Sudah Mendunia
Rabu, 20 Maret 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Bashaar Al-Kureai, CEO Zadna Dates Co., mengatakan kepada Arab News tentang jenis kurma yang membedakan setiap wilayah di Kerajaan.
Wilayah Qassim terkenal dengan varietas sukkari, khalas, majdool, saqai dan berhi, sedangkan Madinah menawarkan varietas ajwa, safawi, barni dan mmberiah.
Baca juga: Doa Makan Kurma untuk Buka Puasa
Al-Ahsa, wilayah selatan terkenal dengan khalas dan ruzziz, dan wilayah utara, Hail, dan Jouf terkenal dengan Al-Helwah.
Varietas khalas, sukkari, ajwa, Al-Helwah dan safri banyak diminati selama Ramadan karena rasanya yang luar biasa dan ketersediaannya di kota-kota tertentu.
Kurma adalah bahan utama dalam banyak hidangan populer selama Ramadan . Wilayah Qassim terkenal sebagai penghasil kurma terbesar dan berbagai hidangan yang mengandung kurma. Misalnya, hidangan seperti hanini dan sirup kurma dalam kue kleeja merupakan makanan khas daerah tersebut. Selain itu, qashd dan areekah juga biasa dinikmati selama Ramadan.
Qashd adalah hidangan yang terbuat dari kurma dan tepung terigu, sering disajikan saat sahur atau berbuka puasa. Merupakan hidangan pokok selama musim dingin dan Ramadan, dikenal dengan konsistensi kental seperti bubur yang memberikan kandungan kalori tinggi, ideal untuk memberi energi dan menghangatkan tubuh.
Demikian pula, areekah terbuat dari kurma, tepung jelai, madu, dan ghee, dan beberapa merek telah mengembangkannya agar menyerupai pembuatan ma’soob, hidangan populer di wilayah Makkah.
Baca juga: Mengapa Kurma Dibenci Jin dan Setan?
Pentingnya kurma lebih dari sekadar konsumsi lokal, karena Kerajaan Arab Saudi adalah eksportir utama kurma, dengan peningkatan ekspor yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Wilayah Qassim terkenal dengan varietas sukkari, khalas, majdool, saqai dan berhi, sedangkan Madinah menawarkan varietas ajwa, safawi, barni dan mmberiah.
Baca juga: Doa Makan Kurma untuk Buka Puasa
Al-Ahsa, wilayah selatan terkenal dengan khalas dan ruzziz, dan wilayah utara, Hail, dan Jouf terkenal dengan Al-Helwah.
Varietas khalas, sukkari, ajwa, Al-Helwah dan safri banyak diminati selama Ramadan karena rasanya yang luar biasa dan ketersediaannya di kota-kota tertentu.
Kurma adalah bahan utama dalam banyak hidangan populer selama Ramadan . Wilayah Qassim terkenal sebagai penghasil kurma terbesar dan berbagai hidangan yang mengandung kurma. Misalnya, hidangan seperti hanini dan sirup kurma dalam kue kleeja merupakan makanan khas daerah tersebut. Selain itu, qashd dan areekah juga biasa dinikmati selama Ramadan.
Qashd adalah hidangan yang terbuat dari kurma dan tepung terigu, sering disajikan saat sahur atau berbuka puasa. Merupakan hidangan pokok selama musim dingin dan Ramadan, dikenal dengan konsistensi kental seperti bubur yang memberikan kandungan kalori tinggi, ideal untuk memberi energi dan menghangatkan tubuh.
Demikian pula, areekah terbuat dari kurma, tepung jelai, madu, dan ghee, dan beberapa merek telah mengembangkannya agar menyerupai pembuatan ma’soob, hidangan populer di wilayah Makkah.
Baca juga: Mengapa Kurma Dibenci Jin dan Setan?
Pentingnya kurma lebih dari sekadar konsumsi lokal, karena Kerajaan Arab Saudi adalah eksportir utama kurma, dengan peningkatan ekspor yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Lihat Juga :