Tobat Hanya di Mulut Saja: Perbuatan Orang-Orang Dusta
Sabtu, 23 Maret 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma’af kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf.
Adapun istigfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun” [ QS Nuh/71 : 10]
Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon ampun (istigfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta”
Baca juga: Sayyidah Rabiah al-Adawiyah: Istighfar Kita Butuh Istighfar Lagi
Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma’af kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf.
Adapun istigfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun” [ QS Nuh/71 : 10]
Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon ampun (istigfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta”
Baca juga: Sayyidah Rabiah al-Adawiyah: Istighfar Kita Butuh Istighfar Lagi
(mhy)
Lihat Juga :