Kala Kopi Digemari Kaum Sufi, Sempat Diharamkan di Era Ottoman

Sabtu, 23 Maret 2024 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Sejak itu dengan rasa yang begitu nikmat, kopi dikonsumsi secara sembunyi-sembunyi. Semakin banyak juga kedai kopi yang buka di seluruh Anatolia. Menjelang akhir abad ke-16, mufti besar lainnya pada masa itu, Bostanzade Mehmet Efendi , menyatakan: “Kopi bukanlah minuman yang memabukkan, melainkan bermanfaat bagi kesehatan dan kedai kopi tidak dilarang.”

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Dampingan API Gelar Klinik Kopi

Pasca deklarasi tersebut, masyarakat mulai bisa meneguk kopi dengan nyaman. Namun, karena campur tangan mufti agung yang sesekali terjadi, relaksasi ini tidak dapat terwujud sepenuhnya dan pada akhirnya, berbagai peristiwa terjadi.

Larangan konsumsi kopi yang paling lama dan pasti di tempat umum terjadi pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Murad IV. Lantaran memperoleh fatwa tegas dari mufti agung saat itu, Ahizede Hüseyin Efendi, penguasa menutup semua kedai kopi dan kedai minuman di negara tersebut pada tahun 1633 dan menghukum mereka yang mengonsumsi minuman tersebut.

Perdagangan Kopi

Pada periode ini, seluruh kopi yang dikonsumsi di wilayah Ottoman didatangkan dari Yaman, yang lagi-lagi merupakan wilayah Ottoman. Karena produksi ini tidak cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat Ottoman, produksi kopi juga dimulai di tempat lain, seperti Thailand.

Meningkatnya konsumsi kopi di wilayah Ottoman dan penyebaran kopi di Eropa, di mana orang-orang Eropa belajar tentang kopi dari Turki, menyebabkan peningkatan produksi di seluruh dunia, sehingga berkontribusi terhadap perdagangan yang menguntungkan.

Sejak akhir abad ke-17 dan seterusnya, dengan partisipasi orang Eropa dalam konsumsi, produksi kopi dimulai di Suriname pada tahun 1718, Brasil pada tahun 1727, Jamaika pada tahun 1730, Kuba pada tahun 1748, Puerto Riko pada tahun 1755, Kosta Rika pada tahun 1779, Venezuela pada tahun 1784 dan Meksiko pada tahun 1790.

Baca juga: Mengenal Kopi Gayo, Kopi Arabika asal Aceh yang Mendunia

Produk perkebunan kopi di Timur Jauh dan Amerika Latin, yang harganya lebih murah dibandingkan kopi Yaman, mendominasi pasar.

Sebagai kopi termahal, “Kopi Luwak” diperoleh dari kotoran mamalia omnivora bernama “Paradoxurus” yang hidup di Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya di Indonesia. Biji kopi mengalami fermentasi dengan enzim di perut hewan dan dikeluarkan utuh melalui kotoran hewan.

Seratus gram varietas kopi ini, yang hewannya diberi makan biji terbaik dari pohon kopi, dijual seharga $75.

Minuman Setan

Selanjutnya, mulai tahun 1615 dengan masuknya kopi yang dibawa oleh para pedagang Venesia, dunia Kristen memberlakukan larangan agama seperti halnya Ottoman. Kopi dianggap sebagai minuman "setan" dan Vatikan terkadang melakukan intervensi untuk mencegah konsumsinya.

Hanya saja, Paus Klemens VIII dan kemudian Paus Vinsensius III, menentang pembatasan kopi dan mengizinkan umat Kristiani untuk meminumnya.

Awalnya, kopi diselundupkan ke Eropa melalui Italia pada abad ke-17 oleh pedagang Venesia dan didistribusikan dari sana. Namun, orang-orang Eropa mulai mengenal kopi terutama setelah Pengepungan Kedua Wina.

Baca juga: Kopi Arabika Kedung Malang Purbalingga, Bisa Sejajar dengan Kopi Mancanegara

Orang Eropa tidak cepat beradaptasi dengan kopi. Pertama, dokter melarang konsumsinya karena dianggap mengandung zat berbahaya. Para pemimpin agama dan gereja pun menyetujui pandangan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Doa Saat Ragu-ragu Makan...
Doa Saat Ragu-ragu Makan Makanan Halal atau Tidak
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Mengenal Imarethane...
Mengenal Imarethane : Jejak Sejarah Dapur Umum di Zaman Khilafah Ustmani
6 Penghalang Terkabulnya...
6 Penghalang Terkabulnya Doa: Dari Makanan Haram hingga Maksiat
Rekomendasi
Makam Kuno Luxor Simpan...
Makam Kuno Luxor Simpan Rahasia Soal Firaun dan Nabi Musa
Tulang-tulang Bangsa...
Tulang-tulang Bangsa Raksasa Ditemukan di dalam Gua Nevada
Mengapa Salju Berwarna...
Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Air Tampak Jernih?
Artikel Terkini
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Infografis
Ilmuwan Umumkan Dugong...
Ilmuwan Umumkan Dugong Telah Punah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved