Ketentuan Zakat Fitrah: Lebih Utama Beras atau Uang?
Rabu, 03 April 2024 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, berdasarkan fatwa-fatwa kontemporer, Syekh Yusuf Qaradhawi membolehkan zakat dibayar dengan harganya (tunai). Menurut beliau, Nabi SAW mencontohkan zakat fitrah dengan makanan pokok karena tujuan untuk memudahkan pengikutnya.
Jika dicermati, waktu itu mungkin saja uang perak atau emas menjadi barang berharga, sehingga belum banyak yang memilikinya. Memperhatikan kondisi tersebut, Nabi Saw ingin memudahkan umatnya, sehingga mencontohkan zakat fitrah dengan makanan pokok.
Jadi, bisa dipahami bahwa pelaksanaan zakat fitrah sah ditunaikan dengan makanan pokok seperti beras atau uang. Jika ingin mengacu anjurkan Rasulullah SAW beserta para ulama, bisa menggunakan makanan pokok.
Namun, tidak salah juga ketika menunaikan zakat fitrah dengan menggunakan uang. Dari semua itu, satu hal yang paling penting adalah niat kita sebagai umat Muslim untuk melaksanakan kewajiban menunaikan zakat fitrah.
Baca juga: Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan? Ada Syarat yang Perlu Dipenuhi
Wallahu a’lam
Jika dicermati, waktu itu mungkin saja uang perak atau emas menjadi barang berharga, sehingga belum banyak yang memilikinya. Memperhatikan kondisi tersebut, Nabi Saw ingin memudahkan umatnya, sehingga mencontohkan zakat fitrah dengan makanan pokok.
Jadi, bisa dipahami bahwa pelaksanaan zakat fitrah sah ditunaikan dengan makanan pokok seperti beras atau uang. Jika ingin mengacu anjurkan Rasulullah SAW beserta para ulama, bisa menggunakan makanan pokok.
Namun, tidak salah juga ketika menunaikan zakat fitrah dengan menggunakan uang. Dari semua itu, satu hal yang paling penting adalah niat kita sebagai umat Muslim untuk melaksanakan kewajiban menunaikan zakat fitrah.
Baca juga: Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan? Ada Syarat yang Perlu Dipenuhi
Wallahu a’lam
(wid)
Lihat Juga :