Ketentuan Zakat Fitrah: Lebih Utama Beras atau Uang?

Rabu, 03 April 2024 - 03:05 WIB
loading...
Ketentuan Zakat Fitrah:...
Pada pelaksanaannya, menunaikan zakat fitrah dengan beras ataupun uang adalah diperbolehkan. Masing-masing cara tersebut didasarkan pada hadis ataupun pandangan ulama-ulama terdahulu. Foto ilustrasi/ist
A A A
Zakat fitrah menjadi salah satu kewajiban yang harus ditunaikan umat Islam pada bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Adapun perintah mengeluarkan zakat fitrah ini didasari oleh sejumlah hadis. Salah satunya dari hadis Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu:

"Rasulullah SAW mewajibkan Zakat fitrah satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas umat muslim. Baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk salat." (HR. Al-Bukhari Muslim)

Pada pelaksanaannya, umat Muslim di Indonesia biasa mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk beras ataupun uang. Apabila menggunakan beras, besarannya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter, sedangkan jika memakai uang, nominalnya disesuaikan dengan harga beras.

Kendati sama-sama diperbolehkan, manakah di antara beras dan uang yang lebih utama untuk dikeluarkan sebagai zakat fitrah?

Lebih Utama Zakat Fitrah Beras atau Uang?

Pada pelaksanaannya, menunaikan zakat fitrah dengan beras ataupun uang adalah diperbolehkan. Masing-masing cara tersebut didasarkan pada hadis ataupun pandangan ulama-ulama terdahulu.

Melihat sejarah dan pengertian umum terkait zakat fitrah, sebagian orang menganggap makanan pokok seperti beras lebih dianjurkan ketika mengeluarkan zakat fitrah. Hal ini didasarkan pada ajaran Rasulullah SAW yang mewajibkan umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah dengan memberikan satu sha' kurma atau satu sha' gandum.

Kalangan mayoritas mazhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali pun melandaskan dalil mereka dari hadis di atas. Beberapa di antaranya bahkan menyebutkan tidak sah hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah diwajibkan.

Pada sisi lain, kalangan mazhab Syafiyyah, semisal Imam Nawawi dan as-Syaukani memperbolehkan pengeluaran zakat fitrah dengan uang. Namun, mereka menetapkan syarat kondisi darurat, seperti sulit memperoleh makanan pokok.

Sementara kalangan ulama mazhab Hanafi, mereka memperbolehkan zakat fitrah diganti dengan uang. Adapun mereka melandaskan dalilnya secara kontekstual hadits atau maqâshid syariah-nya.

Pada persoalan zakat fitrah, ulama-ulama mazhab Hanafi menganggap bahwa tujuan disyari’atkannya zakat fitrah untuk mencukupi kebutuhan seluruh orang Islam pada hari raya Idulfitri. "Cukupilah kebutuhan (fakir miskin), agar mereka tidak meminta-minta pada hari seperti ini." (Sunan Daruqutni, No. 67)

Berdasarkan hadis di atas, mereka berpandangan bahwa kalimat ‘mencukupi kebutuhan orang-orang fakir dan miskin’ tidak selalu menggunakan makanan pokok. Namun, dapat juga dengan uang karena bisa digunakan untuk keperluan lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dalil-dalil Diperintahkannya...
Dalil-dalil Diperintahkannya Zakat Fitrah dalam Al Quran
Bayar Zakat Online,...
Bayar Zakat Online, Begini Hukum dan Syarat serta Tata Caranya
Zakat Tidak Dibagikan...
Zakat Tidak Dibagikan Sembarangan, Hanya 8 Golongan yang Berhak Menerimanya
Meneladani Umar bin...
Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren
5 Syarat Penerima Zakat...
5 Syarat Penerima Zakat Fitrah, Siapa Saja Mereka?
Hukum Bayar Zakat Fitrah...
Hukum Bayar Zakat Fitrah untuk Ibu Hamil dan Janinnya, Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Penemuan DNA Kuno Mengubah...
Penemuan DNA Kuno Mengubah Arah Sejarah Manusia
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Tulang-tulang Bangsa...
Tulang-tulang Bangsa Raksasa Ditemukan di dalam Gua Nevada
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Mana yang Lebih Baik...
Mana yang Lebih Baik antara Kloset Jongkok atau Duduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved