Jadi Khatib Idulfitri? Jangan Lupa Beberapa Sunah Nabi Berikut Ini
Senin, 08 April 2024 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir, disebutkan bahwa Nabi SAW memulai salat pada Hari Raya tanpa adanya azan dan iqamat sebelum khotbah. Setelah menyelesaikan salat, beliau berdiri bersandar kepada Bilal, lalu memulai dengan tahmid dan memuji Allah, serta memberikan nasihat, peringatan, dan dorongan kepada jamaah untuk patuh kepada-Nya.
Baca juga: Lebaran Bersama Rasulullah SAW: Makan sebelum Salat Id
“Diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata: Saya menghadiri salat pada suatu hari raya bersama Rasulullah SAW: sebelum khotbah beliau memulai dengan salat tanpa azan dan tanpa qamat. Lalu manakala selesai salat beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Lalu ia bertahmid dan memuji Allah, menyampaikan nasihat dan peringatan untuk jamaah, serta mendorong mereka supaya patuh kepada-Nya …” [HR. an-Nasa’i].
Dengan demikian, praktik memulai khotbah dengan tahmid menjadi bagian dari tuntunan yang diberikan oleh Nabi SAW kepada umatnya. Ini juga mencerminkan kesempurnaan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah Saw dalam menjalankan ibadah Hari Raya.
Takbir di Sela-sela Khotbah
Tidak hanya itu, dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin, disebutkan bahwa Nabi Saw melakukan takbir di sela-sela khotbah, bahkan beliau memperbanyak takbir dalam khotbah pada dua Hari Raya. Ini menunjukkan bahwa walaupun takbir diperbanyak dalam khotbah, namun khotbah dimulai dengan tahmid, sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan oleh Nabi Saw.
“Diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin bahwa ia berkata: Nabi saw bertakbir di sela-sela khotbah, beliau memperbanyak takbir di dalam khotbah dua hari raya.” [HR. Ibnu Majah].
Baca juga: Dalil Salat Id Lebih Utama Dikerjakan di Lapangan
Khotbah Diakhiri dengan Doa dan Mengangkat Jari Telunjuk
Setelah memberikan khotbah pada Hari Raya, khotbah tersebut diakhiri dengan doa. Imam mengangkat tangan jari syahadat (telunjuk) tangan kanan, serupa dengan yang dilakukan dalam khotbah Jumat. Hal ini sesuai dengan tuntunan yang diberikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hushain.
Baca juga: Lebaran Bersama Rasulullah SAW: Makan sebelum Salat Id
عَنْ جَابِرٍ قَالَ شَهِدْتُ الصَّلاَةَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلاَلٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ وَحَثَّهُمْ عَلَى طَاعَتِهِ … … … [رواه النسائي]
“Diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata: Saya menghadiri salat pada suatu hari raya bersama Rasulullah SAW: sebelum khotbah beliau memulai dengan salat tanpa azan dan tanpa qamat. Lalu manakala selesai salat beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Lalu ia bertahmid dan memuji Allah, menyampaikan nasihat dan peringatan untuk jamaah, serta mendorong mereka supaya patuh kepada-Nya …” [HR. an-Nasa’i].
Dengan demikian, praktik memulai khotbah dengan tahmid menjadi bagian dari tuntunan yang diberikan oleh Nabi SAW kepada umatnya. Ini juga mencerminkan kesempurnaan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah Saw dalam menjalankan ibadah Hari Raya.
Takbir di Sela-sela Khotbah
Tidak hanya itu, dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin, disebutkan bahwa Nabi Saw melakukan takbir di sela-sela khotbah, bahkan beliau memperbanyak takbir dalam khotbah pada dua Hari Raya. Ini menunjukkan bahwa walaupun takbir diperbanyak dalam khotbah, namun khotbah dimulai dengan tahmid, sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan oleh Nabi Saw.
عَنْ سَعْدٍ الْمُؤَذِّنِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ بَيْنَ أَضْعَافِ الْخُطْبَةِ يُكْثِرُ التَّكْبِيرَ فِي خُطْبَةِ الْعِيدَيْنِ. [رواه ابن ماجه]
“Diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin bahwa ia berkata: Nabi saw bertakbir di sela-sela khotbah, beliau memperbanyak takbir di dalam khotbah dua hari raya.” [HR. Ibnu Majah].
Baca juga: Dalil Salat Id Lebih Utama Dikerjakan di Lapangan
Khotbah Diakhiri dengan Doa dan Mengangkat Jari Telunjuk
Setelah memberikan khotbah pada Hari Raya, khotbah tersebut diakhiri dengan doa. Imam mengangkat tangan jari syahadat (telunjuk) tangan kanan, serupa dengan yang dilakukan dalam khotbah Jumat. Hal ini sesuai dengan tuntunan yang diberikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hushain.
Lihat Juga :