Profil Syaikh Imran Nazar Hosein yang Pendapatnya soal Kiamat Sering Kontroversial
Kamis, 18 April 2024 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Beliau juga aktif menulis buku mengenai Islam. Salah satu buku Syaikh Imran yang menjadi internasional best-seller yaitu buku “Jerusalem dalam al-Qur'an” yang berisikan pandangan Islam mengenai takdir Jerusalem.
Buku ini telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam berbagai bahasa.
Prof Dr Malik Badri, Dekan dari Institute for the Study of Islamic Though and Civilizations (ISTAC) di Kuala Lumpur, Malaysia ketika mengomentari buku “Jerusalem dalam al-Qur'an” menyatakan kekagumanya terhadap penulisan Syaikh Imran.
Karya cendekiawan ini dianggap tesis kombinasi religius dan dokumen sejarah dengan peristiwa politik masa kini serta pendalaman interpretasi Al-Qur'an dan Hadis, dan mengalir seperti sebuah cerita.
Begitu proses membaca dimulai, akan sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah kualitas umum dari sebuah novel. Karya ini menjadi referensi penting untuk disimpan dan dibaca kembali setiap kali subjek (tentang Jerusalem) diteliti.
Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Malik Badri meyakini kemampuan bahasa Syaikh Imran merupakan hasil interaksi antara bakat dan kerja kerasnya sebagai penceramah dan da'i serta Rahmat Tuhan atas keikhlasannya. Sehingga, meskipun situasinya mungkin tampak tegang bagi umat Islam pada umumnya dan bagi rakyat Palestina khususnya, ketika membaca karya beliau ini akan merasakan gelombang optimisme yang hangat tentang masa depan kita yaitu cahaya terang bersinar di ujung lorong gelap yang panjang dalam sejarah.
Malik Badri menambahkan, saat akhir zaman inilah nubuat dalam Al-Qur'an dan hadis menjadi kenyataan untuk membuktikan kepada semua orang kebenaran iman kita.
Karya yang berisi penjelasan detail yang indah tentang peristiwa tersebut dengan interpretasi yang sangat baik dari ayat-ayat Al-Qur'an dan sunah.
Meskipun sebagian mungkin tidak sependapat dengan Imran dalam penafsirannya terhadap beberapa ayat Al-Qur'an atau hadis Nabi Muhammad SAW , namun tetap perlu untuk selalu menghormati kedalaman pemikiran dan kemampuan spiritualnya.
Baca juga: 4 Peramal Kiamat yang Ramalannya Gagal
Buku ini telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam berbagai bahasa.
Prof Dr Malik Badri, Dekan dari Institute for the Study of Islamic Though and Civilizations (ISTAC) di Kuala Lumpur, Malaysia ketika mengomentari buku “Jerusalem dalam al-Qur'an” menyatakan kekagumanya terhadap penulisan Syaikh Imran.
Karya cendekiawan ini dianggap tesis kombinasi religius dan dokumen sejarah dengan peristiwa politik masa kini serta pendalaman interpretasi Al-Qur'an dan Hadis, dan mengalir seperti sebuah cerita.
Begitu proses membaca dimulai, akan sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah kualitas umum dari sebuah novel. Karya ini menjadi referensi penting untuk disimpan dan dibaca kembali setiap kali subjek (tentang Jerusalem) diteliti.
Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Malik Badri meyakini kemampuan bahasa Syaikh Imran merupakan hasil interaksi antara bakat dan kerja kerasnya sebagai penceramah dan da'i serta Rahmat Tuhan atas keikhlasannya. Sehingga, meskipun situasinya mungkin tampak tegang bagi umat Islam pada umumnya dan bagi rakyat Palestina khususnya, ketika membaca karya beliau ini akan merasakan gelombang optimisme yang hangat tentang masa depan kita yaitu cahaya terang bersinar di ujung lorong gelap yang panjang dalam sejarah.
Malik Badri menambahkan, saat akhir zaman inilah nubuat dalam Al-Qur'an dan hadis menjadi kenyataan untuk membuktikan kepada semua orang kebenaran iman kita.
Karya yang berisi penjelasan detail yang indah tentang peristiwa tersebut dengan interpretasi yang sangat baik dari ayat-ayat Al-Qur'an dan sunah.
Meskipun sebagian mungkin tidak sependapat dengan Imran dalam penafsirannya terhadap beberapa ayat Al-Qur'an atau hadis Nabi Muhammad SAW , namun tetap perlu untuk selalu menghormati kedalaman pemikiran dan kemampuan spiritualnya.
Baca juga: 4 Peramal Kiamat yang Ramalannya Gagal
(mhy)
Lihat Juga :