Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan
Selasa, 23 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Strategi 30.000 Pasukan Muslim Hadapi 150.000 Tentara Persia
Qa'qa' menerima tawaran itu dengan syarat ia dapat menjamin Hamazan dan Dastaba untuk mereka; jangan ada yang menikam Muslimin dari belakang, memberikan keamanan kepada Muslimin dan jangan ada yang menyerang mereka. Dengan demikian semua orang merasa aman dan semua yang lari kembali. Mereka kini hidup tenang.
Tatkala Qa'qa' dengan pasukannya kembali, ternyata Huzaifah sudah memasuki Nahawand sesudah terjadi pertempuran sengit dan berhasil menguasai semua rampasan perang, yang kemudian diserahkan kepada Sa'ib bin Agra' yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk mengurusnya.
Rampasan perang yang diperoleh ketika itu telah melebihi dugaan pasukan Muslimin. Huzaifah bin Yaman kemudian membagikannya kepada para penakluknya, dengan tambahan bagi mereka yang berpengalaman dalam perang dan memberikan juga kepada pasukan yang ditugasi menjaga barisan belakang prajuritnya agar tidak diserang dari belakang.
Begitu juga mereka yang dijadikan perisai pasukan Muslimin mendapat bagian, seperti yang diberikan kepada prajurit-prajurit yang ada di dalam pertempuran. Sungguhpun begitu anggota pasukan berkuda semua mendapat enam ribu dan anggota artileri dua ribu.
Di samping itu Kisra dulu sudah menitipkan permata berlian kepada pengurus rumah ibadah Majusi, yang oleh Kisra disediakan untuk para penggantinya, dan pihak Muslimin tidak berhasil menemukan barang-barang berharga itu.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Khalifah Umar Menunjuk Nu'man Memimpin Pasukan Muslim
Sementara mereka sedang dalam suasana gembira ria dengan karunia Allah itu tiba-tiba datang pengurus rumah ibadah Majusi itu meminta suaka untuk dirinya - dan untuk siapa saja yang dapat menunjukkan kepada Huzaifah tempat penyimpanan barang yang amat berharga itu.
Setelah Huzaifah memberikan suaka kepadanya, ia mengeluarkan dua peti perhiasan penuh dengan permata berlian yang sangat berharga. Pasukan Muslimin melihat kedua peti itu tetapi mereka sudah merasa berkecukupan dengan rampasan perang yang sudah mereka peroleh. Mereka sudah tidak memerlukannya lagi. Menurut hemat mereka lebih baik barang-barang ini dikhususkan untuk Khalifah Umar.
Sesudah pasukan itu merasa puas tinggal di sana dan dengan rampasan perang yang ada, Sa'ib bin Agra' membawa kedua peti itu berikut seperlima rampasan perang. Setelah itu ia berangkat ke Madinah hendak menyampaikan berita kemenangan itu kepada Umar sambil menyerahkan rampasan perang yang besar itu.
Qa'qa' menerima tawaran itu dengan syarat ia dapat menjamin Hamazan dan Dastaba untuk mereka; jangan ada yang menikam Muslimin dari belakang, memberikan keamanan kepada Muslimin dan jangan ada yang menyerang mereka. Dengan demikian semua orang merasa aman dan semua yang lari kembali. Mereka kini hidup tenang.
Tatkala Qa'qa' dengan pasukannya kembali, ternyata Huzaifah sudah memasuki Nahawand sesudah terjadi pertempuran sengit dan berhasil menguasai semua rampasan perang, yang kemudian diserahkan kepada Sa'ib bin Agra' yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk mengurusnya.
Rampasan perang yang diperoleh ketika itu telah melebihi dugaan pasukan Muslimin. Huzaifah bin Yaman kemudian membagikannya kepada para penakluknya, dengan tambahan bagi mereka yang berpengalaman dalam perang dan memberikan juga kepada pasukan yang ditugasi menjaga barisan belakang prajuritnya agar tidak diserang dari belakang.
Begitu juga mereka yang dijadikan perisai pasukan Muslimin mendapat bagian, seperti yang diberikan kepada prajurit-prajurit yang ada di dalam pertempuran. Sungguhpun begitu anggota pasukan berkuda semua mendapat enam ribu dan anggota artileri dua ribu.
Di samping itu Kisra dulu sudah menitipkan permata berlian kepada pengurus rumah ibadah Majusi, yang oleh Kisra disediakan untuk para penggantinya, dan pihak Muslimin tidak berhasil menemukan barang-barang berharga itu.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Khalifah Umar Menunjuk Nu'man Memimpin Pasukan Muslim
Sementara mereka sedang dalam suasana gembira ria dengan karunia Allah itu tiba-tiba datang pengurus rumah ibadah Majusi itu meminta suaka untuk dirinya - dan untuk siapa saja yang dapat menunjukkan kepada Huzaifah tempat penyimpanan barang yang amat berharga itu.
Setelah Huzaifah memberikan suaka kepadanya, ia mengeluarkan dua peti perhiasan penuh dengan permata berlian yang sangat berharga. Pasukan Muslimin melihat kedua peti itu tetapi mereka sudah merasa berkecukupan dengan rampasan perang yang sudah mereka peroleh. Mereka sudah tidak memerlukannya lagi. Menurut hemat mereka lebih baik barang-barang ini dikhususkan untuk Khalifah Umar.
Sesudah pasukan itu merasa puas tinggal di sana dan dengan rampasan perang yang ada, Sa'ib bin Agra' membawa kedua peti itu berikut seperlima rampasan perang. Setelah itu ia berangkat ke Madinah hendak menyampaikan berita kemenangan itu kepada Umar sambil menyerahkan rampasan perang yang besar itu.
Lihat Juga :