Arab Saudi Bergulat Hadapi Lonjakan Kasus Demam Berdarah

Rabu, 24 April 2024 - 20:27 WIB
loading...
Arab Saudi Bergulat...
Arab Saudi berjuang memberantas penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah. Foto/Ilustrasi: al Arabiya
A A A
Arab Saudi sedang bergulat dengan lonjakan kasus demam berdarah . Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, terutama spesies Aedes aegypti , yang tumbuh subur di daerah beriklim tropis dan subtropis. Nyamuk ini menyebarkan demam berdarah dan virus lainnya, termasuk Zika, menjadikannya salah satu dari tiga nyamuk teratas di dunia dalam hal jumlah penyakit yang dapat disebarkannya.

Para ahli mengatakan Arab Saudi setiap tahunnya melaporkan ribuan kasus demam berdarah, gejala umumnya meliputi demam, ruam, mual, serta nyeri yang dapat berlangsung hingga sepekan. Beberapa penderita demam berdarah mengalami komplikasi yang dapat mengakibatkan pendarahan internal, syok, dan bahkan kematian.

Pakar demam berdarah kelahiran Saudi, Asisten Profesor Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan di Universitas King Saud Kerajaan dan kepala Unit Kesehatan Masyarakat dan Pengobatan Pencegahan, Dr Kholood Altassan, mengatakan peningkatan kasus lebih disebabkan oleh urbanisasi dan ketahanan terhadap nyamuk dibandingkan perubahan iklim, meskipun kenaikan suhu memungkinkan penyebaran ke wilayah baru.

“Habitat nyamuk telah berkembang selama 20 tahun terakhir," ujarnya kepada kepada Al Arabiya. Dr Kholood Altassan telah mempelajari demam berdarah di seluruh negeri sejak 2016.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah Melonjak, Singapura Butuh Vaksin?

Menurutnya, penyebaran penyakit ini di Arab Saudi bukanlah sesuatu yang baru dan anomali, kendati mengejutkan banyak orang yang bekerja di Arab Saudi. "Pasalnya, secara historis, kita telah melihat jenis penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini di wilayah malaria atau di daerah beriklim tropis, jadi aneh jika kita melihatnya di lingkungan yang kering dan gersang seperti di Arab Saudi,” ujarnya.

Urbanisasi

Altassan mengatakan dia telah menghubungi Kementerian Kesehatan Arab Saudi beberapa tahun lalu untuk menanyakan penyakit terkait perubahan iklim apa yang paling mengkhawatirkan mereka. Jawaban mereka: Demam berdarah.

Ia mengatakan penyakit ini pertama kali masuk ke Arab Saudi pada akhir tahun 1993 atau awal tahun 1994. Saat itu, iklim kering dianggap tidak ramah bagi vektor nyamuk Aedes. Namun, penyakit ini berhasil mendapatkan pijakan dan menjadi endemik di Wilayah Barat.

“Ketika hal itu terjadi, mereka terkejut karena iklimnya tidak cocok. Kini kita semakin memahami bahwa meskipun iklimnya belum tentu ideal, nyamuk ini – Aedes aegypti – sangat tangguh dan mampu bertahan dalam kondisi kering untuk jangka waktu yang lebih lama, dan mampu menemukan iklim mikro di lingkungan sekitar. Lingkungan perkotaan di mana ia dapat tumbuh dan berkembang,” jelas Altassan.

Baca juga: Singapura Lepas Nyamuk Wolbachia untuk Perangi Demam Berdarah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Letjen Al Bassami: Seluruh...
Letjen Al Bassami: Seluruh Sistem Siap Amankan Haji 2026
Pengamanan Haji 2026...
Pengamanan Haji 2026 di Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern hingga AI
Menjejak Tanah Suci...
Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi
Iduladha 1447 H di Indonesia...
Iduladha 1447 H di Indonesia dan Arab Saudi Berpotensi Serentak pada 27 Mei 2026
Diduga Langgar Hukum...
Diduga Langgar Hukum Haji, 19 WNI Diperiksa Otoritas Saudi
Rekomendasi
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
Ilmuwan Temukan Patrick...
Ilmuwan Temukan Patrick Bintang Laut Pantat Besar di Argentina
PBB Sebut Banyak Wilayah...
PBB Sebut Banyak Wilayah yang Tak Bisa Dihuni Akibat Panas Ekstrem
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Umat Islam Murka, Tentara...
Umat Islam Murka, Tentara Israel Injak-injak Bendera Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved