Kisah Pembebasan Ray Pusat Dinasti Pemimpin Zoroaster di Era Umar bin Khattab
Minggu, 28 April 2024 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Setiap pelanggaran terhadap tempat-tempat itu dianggap suatu pelanggaran terhadap kesucian yang harus dibela dan dipertahankan.
Di samping itu, letaknya dengan daerahÂ-daerah di sekitarnya, kota ini merupakan lalu lintas perdagangan yang sangat luas, dapat menarik semua pihak dari timur dan dari barat, sehingga penduduk daerah-daerah itu hidup makmur dan senang.
Dengan kukuhnya pertahanan kota penduduknya dan penduduk kawasan sekitarnya sudah merasa tenteram, merasa aman tinggal di sana atau di kota-kota tetangganya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Setelah mereka melihat kota ini terancam perang, mereka sepakat akan mengadakan pertahanan bersama. Dengan satuan-satuan itu mereka berangkat ke Waj Ruz dengan maksud hendak membendung para penyerang, dan kekalahan itu jangan sampai mengalihkan perhatian untuk berkumpul lagi serta bertahan dan mempertahankan kota.
Haekal mengataan karena semangat mereka hendak mempertahankan kota, di pihak Muslimin seharusnya terpaksa banyak jatuh korban untuk mendobraknya, kalau tidak, karena sudah ditakdirkan pembebasan itu dapat diselesaikan dalam waktu lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Nu'aim dan sahabat-sahabatnya.
Siyavakhasy raja Ray tidak mau menemui Zainabi Abu Farrukhan setelah peristiwa Waj Ruz. Ia mendapat marah karena mundur berhadapan dengan pasukan Muslimin. Ia dipecat dari jabatannya.
Merasa sakit hati karena peristiwa itu, Zainubi keluar dari Ray ketika diketahuinya kedatangan Nu'aim yang bermaksud memasuki kota.
Ia menemuinya di luar kota dan mengadakan pembicaraan dalam suasana damai, kemudian menggabungkan diri untuk mengadakan perlawanan terhadap Siyavakhasy.
Kala itu, pasukan Muslimin bermarkas di kaki Gunung Raya. Mereka disambut oleh pasukan garnisun dan sudah tentu terjadi bentrok senjata yang hingga petang hari dari kedua tak tak ada yang menang.
Di samping itu, letaknya dengan daerahÂ-daerah di sekitarnya, kota ini merupakan lalu lintas perdagangan yang sangat luas, dapat menarik semua pihak dari timur dan dari barat, sehingga penduduk daerah-daerah itu hidup makmur dan senang.
Dengan kukuhnya pertahanan kota penduduknya dan penduduk kawasan sekitarnya sudah merasa tenteram, merasa aman tinggal di sana atau di kota-kota tetangganya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Setelah mereka melihat kota ini terancam perang, mereka sepakat akan mengadakan pertahanan bersama. Dengan satuan-satuan itu mereka berangkat ke Waj Ruz dengan maksud hendak membendung para penyerang, dan kekalahan itu jangan sampai mengalihkan perhatian untuk berkumpul lagi serta bertahan dan mempertahankan kota.
Haekal mengataan karena semangat mereka hendak mempertahankan kota, di pihak Muslimin seharusnya terpaksa banyak jatuh korban untuk mendobraknya, kalau tidak, karena sudah ditakdirkan pembebasan itu dapat diselesaikan dalam waktu lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Nu'aim dan sahabat-sahabatnya.
Siyavakhasy raja Ray tidak mau menemui Zainabi Abu Farrukhan setelah peristiwa Waj Ruz. Ia mendapat marah karena mundur berhadapan dengan pasukan Muslimin. Ia dipecat dari jabatannya.
Merasa sakit hati karena peristiwa itu, Zainubi keluar dari Ray ketika diketahuinya kedatangan Nu'aim yang bermaksud memasuki kota.
Ia menemuinya di luar kota dan mengadakan pembicaraan dalam suasana damai, kemudian menggabungkan diri untuk mengadakan perlawanan terhadap Siyavakhasy.
Kala itu, pasukan Muslimin bermarkas di kaki Gunung Raya. Mereka disambut oleh pasukan garnisun dan sudah tentu terjadi bentrok senjata yang hingga petang hari dari kedua tak tak ada yang menang.
Lihat Juga :