Penaklukan Sijistan Iran: Kisra Yazdigird Kebingungan Mencari Persembunyian
Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Tatkala pasukan Muslimin memasuki Kirman, Kisra Yazdigird ada di kota itu. Setelah dilihatnya bahwa daerah ini tak akan dapat bertahan, seperti daerah-daerah lain, ia lari lagi ke Khurasan.
Ia mengharapkan sekali pihak negeri ini dan Sijistan dapat bertahan terhadap pasukan Muslimin. Timbulnya harapan ini dalam hatinya karena jarak antara Khurasan dan Sijistan dengan Basrah dan Kufah serta markas-markas pasukan Muslimin di daerah-daerah lain cukup jauh.
Tidak akan mudah mereka mengirimkan pasukan untuk menyerang kedua daerah itu seperti ketika mengirimkan ke Irak-Persia atau ke Persia dan Kirman.
Letak Sijistan ini di sebelah utara Mukran. Dalam pada itu Umar bin Khattab sudah menyerahkan pimpinan brigadenya kepada Asim bin Amr, kemudian menyusul pula Abdullah bin Umair.
Pihak Sijistan memergoki musuh mereka ini di perbatasan kota. Tetapi ternyata mereka tak mampu bertahan dan mereka menarik diri ke dalam kota dan bertahan di Zarand, ibu kotanya.
Mereka di Zarand pun dikepung oleh pasukan Muslimin, dan pasukan berkudanya menyerang tempatĀ tempat sekitar ibu kota itu dan dapat membawa rampasan dan tawanan perang.
Kala itu, pihak yang mempertahankan Zarand itu yakin sudah, bahwa jika pengepungan ini berlangsung lama akan sangat membahayakan distrik mereka. Maka mereka segera meminta damai asal pasukan Muslimin menjauhi daerah pertanian Sijistan, tak boleh menginjakkan kaki ke sana.
Permintaan ini dikabulkan oleh pihak Muslimin. Selanjutnya jika mereka mengadakan perjalanan harus menghindari daerah itu agar jangan ada orang yang mengambil sesuatu dari sana yang dapat diartikan suatu pelanggaran, dan akan dijadikan alasan oleh pihak Sijistan untuk tidak membayar kharaj. Dengan demikian kedua pihak memelihara isi perjanjian itu dan masing-masing menjalankan kewajibannya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan
Bagaimana Sijistan begitu cepat menyerah, padahal seperti dikatakan para sejarawan "Lebih besar dari Khurasan dan lebih jauh jangkauannya; mereka sudah memerangi Kandahar, Turki dan banyak lagi bangsa-bangsa lain?"
Ia mengharapkan sekali pihak negeri ini dan Sijistan dapat bertahan terhadap pasukan Muslimin. Timbulnya harapan ini dalam hatinya karena jarak antara Khurasan dan Sijistan dengan Basrah dan Kufah serta markas-markas pasukan Muslimin di daerah-daerah lain cukup jauh.
Tidak akan mudah mereka mengirimkan pasukan untuk menyerang kedua daerah itu seperti ketika mengirimkan ke Irak-Persia atau ke Persia dan Kirman.
Letak Sijistan ini di sebelah utara Mukran. Dalam pada itu Umar bin Khattab sudah menyerahkan pimpinan brigadenya kepada Asim bin Amr, kemudian menyusul pula Abdullah bin Umair.
Pihak Sijistan memergoki musuh mereka ini di perbatasan kota. Tetapi ternyata mereka tak mampu bertahan dan mereka menarik diri ke dalam kota dan bertahan di Zarand, ibu kotanya.
Mereka di Zarand pun dikepung oleh pasukan Muslimin, dan pasukan berkudanya menyerang tempatĀ tempat sekitar ibu kota itu dan dapat membawa rampasan dan tawanan perang.
Kala itu, pihak yang mempertahankan Zarand itu yakin sudah, bahwa jika pengepungan ini berlangsung lama akan sangat membahayakan distrik mereka. Maka mereka segera meminta damai asal pasukan Muslimin menjauhi daerah pertanian Sijistan, tak boleh menginjakkan kaki ke sana.
Permintaan ini dikabulkan oleh pihak Muslimin. Selanjutnya jika mereka mengadakan perjalanan harus menghindari daerah itu agar jangan ada orang yang mengambil sesuatu dari sana yang dapat diartikan suatu pelanggaran, dan akan dijadikan alasan oleh pihak Sijistan untuk tidak membayar kharaj. Dengan demikian kedua pihak memelihara isi perjanjian itu dan masing-masing menjalankan kewajibannya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan
Bagaimana Sijistan begitu cepat menyerah, padahal seperti dikatakan para sejarawan "Lebih besar dari Khurasan dan lebih jauh jangkauannya; mereka sudah memerangi Kandahar, Turki dan banyak lagi bangsa-bangsa lain?"
Lihat Juga :