Penaklukan Sijistan Iran: Kisra Yazdigird Kebingungan Mencari Persembunyian
Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:09 WIB
loading...
Pilihannya kini hanya, baginda menyerahkan diri kepada musuh dan tunduk pada perintahnya seperti dulu dilakukan oleh Hormuzan. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Sijistan atau Sistan berada di timur Iran , selatan Afghanistan (Nimruz, Kandahar), dan wilayah Nok Kundi dari Balochistan (barat Pakistan ).
Nama Sistan berasal dari Sakastan ("tanah Saka"). Saka adalah suku Skithia yang dari abad ke-2 SM hingga abad ke-1 bermigrasi ke Dataran Tinggi Iran dan Lembah Indus, di mana mereka mendirikan sebuah kerajaan yang dikenal sebagai India-Skithia.
Di dalam Bundahishn, kitab Zoroastrianisme yang ditulis dalam bahasa Pahlevi, Provinsi ini disebut "Seyansih". Setelah pasukan Muslim menaklukkan Iran, provinsi ini dikenal sebagai Sijistan/Sistan.
Baca juga: Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karomah Khalifah Umar bin Khattab
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan oleh Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000) mengisahkan sementara pasukan Usman bin Abil-As berjalan di kawasan Persia, Suhail bin Adi menyerang Kirman, sedang Hakam bin Amr atÂTaglibi menyerbu Mukran.
Setelah pihak Kirman tak dapat bertahan lagi pasukan Muslimin memasuki daerah itu dan berhasil menguasai rampasan perang cukup besar, berupa unta dan domba.
Adapun pihak daerah Mukran, mereka bertahan di Sungai Mukran, dan terjadilah pertempuran besar-besaran antara kedua pihak, yang berakhir dengan kemenangan pasukan Muslimin yang terus-menerus menghantam musuhnya dan kemudian mengejar mereka selama berhari-hari dan berakhir sampai di Sungai itu.
Setelah itu mereka kembali dan tinggal di Mukran. Hakam menulis laporan kepada Khalifah Umar bin Khattab tentang kemenangannya itu, dengan mengirimkan seperlima rampasan perang kepadanya, di antaranya ada seekor gajah betina yang dibawa oleh Suhar al-Abdi.
Khalifah Umar memerintahkan agar gajah itu dijual dan seperdelapan hasil penÂjualannya dibagikan kepada para penakluknya.
Baca juga: Kisah Muslim Taklukkan Kota Suci Iran Istakhr: Kuil Penyembah Sapi Diubah Jadi Masjid
Nama Sistan berasal dari Sakastan ("tanah Saka"). Saka adalah suku Skithia yang dari abad ke-2 SM hingga abad ke-1 bermigrasi ke Dataran Tinggi Iran dan Lembah Indus, di mana mereka mendirikan sebuah kerajaan yang dikenal sebagai India-Skithia.
Di dalam Bundahishn, kitab Zoroastrianisme yang ditulis dalam bahasa Pahlevi, Provinsi ini disebut "Seyansih". Setelah pasukan Muslim menaklukkan Iran, provinsi ini dikenal sebagai Sijistan/Sistan.
Baca juga: Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karomah Khalifah Umar bin Khattab
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan oleh Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000) mengisahkan sementara pasukan Usman bin Abil-As berjalan di kawasan Persia, Suhail bin Adi menyerang Kirman, sedang Hakam bin Amr atÂTaglibi menyerbu Mukran.
Setelah pihak Kirman tak dapat bertahan lagi pasukan Muslimin memasuki daerah itu dan berhasil menguasai rampasan perang cukup besar, berupa unta dan domba.
Adapun pihak daerah Mukran, mereka bertahan di Sungai Mukran, dan terjadilah pertempuran besar-besaran antara kedua pihak, yang berakhir dengan kemenangan pasukan Muslimin yang terus-menerus menghantam musuhnya dan kemudian mengejar mereka selama berhari-hari dan berakhir sampai di Sungai itu.
Setelah itu mereka kembali dan tinggal di Mukran. Hakam menulis laporan kepada Khalifah Umar bin Khattab tentang kemenangannya itu, dengan mengirimkan seperlima rampasan perang kepadanya, di antaranya ada seekor gajah betina yang dibawa oleh Suhar al-Abdi.
Khalifah Umar memerintahkan agar gajah itu dijual dan seperdelapan hasil penÂjualannya dibagikan kepada para penakluknya.
Baca juga: Kisah Muslim Taklukkan Kota Suci Iran Istakhr: Kuil Penyembah Sapi Diubah Jadi Masjid
Lihat Juga :