Apakah Nikmat dan Siksa Kubur Diterima Ruh atau Jasad? Begini Penjelasannya
Selasa, 14 Mei 2024 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Barangkali ini pula yang diisyaratkan oleh sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya kubur itu akan menghimpit orang kafir sehingga remuk tulang-tulang rusuknya”.
Ini menunjukkan bahwa siksa itu menimpa jasad, karena tulang rusuk itu terdapat pada jasad. Wallahu A’lam
“Pada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang …”(QS Ghafir 46)
Begitupun keterangan sejumlah hadits yang menjelaskam bahwa azab kubur itu akan terus-menerus hingga hari kiamat.
Kedua, ada siksa kubur yang terjeda untuk sementara waktu. Yaitu siksa kubur bagi sebagian orang yang tidak patuh dan berbuat kejahatan.
Dan level maksiatnya masih ringan, maka dia akan dihisab sesuai dengan kejahatannya, lalu diringankan. Sebagaimana dia akan disiksa lalu berhenti sementara dan lanjut lagi kelak di akhirat.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa siksaan kubur itu dapat terputus atau berhenti dengan doa (yang hidup pada ahli kubur), atau dengan sedekah, atau dengan istighfar (yang hidup memohonkan ampun bagi ahli kubur), atau dengan pahala berhaji.
Baca juga: 4 Perkara yang Menyelamatkan Manusia di Alam Kubur
Wallahu A'lam
Ini menunjukkan bahwa siksa itu menimpa jasad, karena tulang rusuk itu terdapat pada jasad. Wallahu A’lam
Hingga Kiamat Tiba
Selanjutnnya, sampai kapankah nikmat dan siksa kubur itu? Ibnu Qayyim dalam kitab Ar-Ruh menjelaskan bahwa siksa kubur itu ada dua macam. Pertama, ada yang terus-menerus, dengan dalilاَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا
“Pada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang …”(QS Ghafir 46)
Begitupun keterangan sejumlah hadits yang menjelaskam bahwa azab kubur itu akan terus-menerus hingga hari kiamat.
Kedua, ada siksa kubur yang terjeda untuk sementara waktu. Yaitu siksa kubur bagi sebagian orang yang tidak patuh dan berbuat kejahatan.
Dan level maksiatnya masih ringan, maka dia akan dihisab sesuai dengan kejahatannya, lalu diringankan. Sebagaimana dia akan disiksa lalu berhenti sementara dan lanjut lagi kelak di akhirat.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa siksaan kubur itu dapat terputus atau berhenti dengan doa (yang hidup pada ahli kubur), atau dengan sedekah, atau dengan istighfar (yang hidup memohonkan ampun bagi ahli kubur), atau dengan pahala berhaji.
Baca juga: 4 Perkara yang Menyelamatkan Manusia di Alam Kubur
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :