Mengapa Kemenangan bagi Palestina Tidak Disegerakan? Begini Jawaban Raghib Sirjani
Senin, 03 Juni 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menunggu Pembebas Al-Aqsha Seperti Umar dan Shalahuddin Al-Ayyubi
Raghib Sirjani dikenal sangat peduli pada Palestina. Beliau menggunakan sudut pandang sejarah untuk mengajak kita bagaimana caranya merealisasikan pembebasan Masjid Al Aqsha .
Hingga kini, Raqhib Sirjani mengisi materi di dua saluran televisi; Channel Al-Quds dengan materi bersambung Fathu Filasthin (Pembebasan Palestina) setiap Jumat, dan Channel Al-Risalah dengan materi Khattuzzaman; Qishshah Filastîn (Garis Masa; Kisah Palestina) setiap Senin, yang disiarkan ulang setiap Selasa dan Sabtu.
Selanjutnya, pada tadabbur Surat Yunus itu, Raqhib Sirjani melanjutkan Surat Yunus ayat 23. "...Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar..." (QS Yunus 23).
Rasa aman, nyaman, merasa tidak ada apa-apa dan tenggelam dalam kenikmatan seringkali menjadikan manusia lupa pada pertolongan Allah. Sebab itulah, dalam sejarah manusia, kata Dr Raghib, masa perjuangan selalu lebih lama daripada masa menikmati.
Rasulullah SAW berjuang 20 tahun lebih hingga kelak Makkah dibebaskan, namun Rasul wafat 3 tahun kemudian. Shalahuddin Al Ayyubi berjuang membebaskan Al Aqsha puluhan tahun lamanya, namun beliau hanya menikmati pembebasannya 6 tahun hingga beliau wafat.
Akan tetapi, yang dikenang dan dipelajari dari manusia-manusia hebat itu justru adalah daya juangnya menghadapi masa-masa berat. "Dan, itulah yang sedang kita alami sekarang. Masa kemenangan pasti datang, Allah yang menjanjikan itu", tutur Dr Raghib, "Dan Allah memberi kesempatan pada kita untuk beribadah sebaik-baiknya di masa berat ini."
Baca juga: Kisah Ketika Bilal Bin Rabah Adzan di Atas Reruntuhan Berhala saat Fathu Makkah
Raghib Sirjani dikenal sangat peduli pada Palestina. Beliau menggunakan sudut pandang sejarah untuk mengajak kita bagaimana caranya merealisasikan pembebasan Masjid Al Aqsha .
Hingga kini, Raqhib Sirjani mengisi materi di dua saluran televisi; Channel Al-Quds dengan materi bersambung Fathu Filasthin (Pembebasan Palestina) setiap Jumat, dan Channel Al-Risalah dengan materi Khattuzzaman; Qishshah Filastîn (Garis Masa; Kisah Palestina) setiap Senin, yang disiarkan ulang setiap Selasa dan Sabtu.
Selanjutnya, pada tadabbur Surat Yunus itu, Raqhib Sirjani melanjutkan Surat Yunus ayat 23. "...Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar..." (QS Yunus 23).
Rasa aman, nyaman, merasa tidak ada apa-apa dan tenggelam dalam kenikmatan seringkali menjadikan manusia lupa pada pertolongan Allah. Sebab itulah, dalam sejarah manusia, kata Dr Raghib, masa perjuangan selalu lebih lama daripada masa menikmati.
Rasulullah SAW berjuang 20 tahun lebih hingga kelak Makkah dibebaskan, namun Rasul wafat 3 tahun kemudian. Shalahuddin Al Ayyubi berjuang membebaskan Al Aqsha puluhan tahun lamanya, namun beliau hanya menikmati pembebasannya 6 tahun hingga beliau wafat.
Akan tetapi, yang dikenang dan dipelajari dari manusia-manusia hebat itu justru adalah daya juangnya menghadapi masa-masa berat. "Dan, itulah yang sedang kita alami sekarang. Masa kemenangan pasti datang, Allah yang menjanjikan itu", tutur Dr Raghib, "Dan Allah memberi kesempatan pada kita untuk beribadah sebaik-baiknya di masa berat ini."
Baca juga: Kisah Ketika Bilal Bin Rabah Adzan di Atas Reruntuhan Berhala saat Fathu Makkah
(mhy)
Lihat Juga :