Dilema Dinasti Khamenei di Iran, Akankah Mojtaba Menggantikan sang Ayah?

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:04 WIB
loading...
A A A
Dengan demikian, pewarisan telah menjadi tradisi dalam silsilah Ayatollah Mahdi Al-Shirazi yang bersifat eksepsional dan tidak mendapat dukungan dari para ulama dan profesor senior dalam hawzah agama umat Islam Syi’ah.

Peristiwa-peristiwa sebelumnya menimbulkan pertanyaan: Jalan manakah yang akan diambil oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?

Baca juga: 6 Capres Iran, Siapa Paling Kuat? Semua Loyalis Ayatollah Ali Khamenei

Para pengamat percaya bahwa Khamenei tidak akan menyerahkan otoritas agama atau posisi pemimpin tertinggi kepada putranya Mojtaba, meskipun laporan media menyatakan sebaliknya. Laporan-laporan ini tidak akurat dan didasarkan pada spekulasi, serta kurang memiliki pemahaman yang tepat tentang hierarki dalam rumah tangga Syiah.

Meskipun ia tidak termasuk dalam aliran yurisprudensi klasik, Khamenei sadar bahwa dua hawza Syiah yang paling penting, yaitu Najaf dan Qom, menolak prinsip pewarisan.

Dia tahu bahwa menunjuk putranya sebagai penggantinya akan membuat marah para ayatollah senior. Pada saat yang sama, Khamenei memahami bahwa rakyat Iran, yang menggulingkan mendiang Shah Mohammed Reza Pahlavi dalam revolusi kerakyatan pada tahun 1979, tidak akan menerima shah baru bernama Mojtaba, meskipun ayahnya adalah pemimpin tertinggi saat ini.

Masyarakat yang kecewa, karena muak dengan menurunnya perekonomian dan pemerintahan ulama, tidak akan mentolerir penggantian ahli waris yang memakai mahkota dengan ahli waris lain yang memakai sorban.

Mendiang pendiri revolusi, Ayatollah Khomeini, juga meninggalkan surat wasiat yang menasihati anak-anaknya untuk menjauhi jabatan resmi di negara.

Baca juga: Profil Keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Keluarga Keturunan Nabi Muhammad

Hal ini akan mengikat Khamenei, yang menganggap dirinya sebagai penjaga warisan Khomeini. Oleh karena itu, akan sulit bagi Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi di Iran setelah ayahnya.

Dia mungkin puas memainkan peran di belakang layar atau menjadi bagian dari kelompok berpengaruh tanpa menjadi satu-satunya pengambil keputusan atau yang mengambil keputusan akhir.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
Keutamaan Bangsa Iran...
Keutamaan Bangsa Iran yang Dikisahkan dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Laku Hidup Vegetarian...
Laku Hidup Vegetarian Tokoh Dunia, dari RA Kartini hingga Gandhi
Kanker pada Dinosaurus...
Kanker pada Dinosaurus Ditemukan, Ilmuwan Klaim Bisa Bantu Selamatkan Nyawa Manusia
10 Karakter Paling Cerdas...
10 Karakter Paling Cerdas di Serial Anime Dr. Stone
Artikel Terkini
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Metode Dakwah Para Nabi:...
Metode Dakwah Para Nabi: Nabi Ibrahim Memulai dari Keluarga, Nabi Muhammad Meneladaninya
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Infografis
Setelah 180 Rudal Iran...
Setelah 180 Rudal Iran Serang Israel, Khamenei Sentil AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved