Iduladha Ajang Memperkuat Nilai Kemanusiaan Universal
Rabu, 19 Juni 2024 - 18:16 WIB
loading...
Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Dr Moch. Syarif Hidayatullah. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perayaan Iduladha atau yang juga sering disebut Hari Raya Kurban merupakan salah satu bentuk ibadah sebagai wujud kecintaan seorang muslim terhadap Allah SWT.
Ibadah yang telah dicontohkan sejak zaman Nabi Ibrahim ini tidak terbatas hanya pada penyembelihan hewan, namun juga mengandung aspek kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam pelaksanaannya.
Baca juga: Iduladha, Ibroh Hijrah Nabi Ibrahim Alaihissalam
Selain itu merupakan sebagai momentum untuk bahu-bahu menegakkan hal-hal baik dan menghalau yang tidak baik seperti radikalisme dan intoleransi.
Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Dr Moch. Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa perayaan kurban sebenarnya adalah untuk menghayati kisah Nabi Ibrahim.
Di masanya, Nabi Ibrahim diberi wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putranya sendiri, yang pada akhirnya diganti dengan seekor domba dan putra kesayangannya pun selamat.
“Andaikata peristiwa itu (menyembelih anak sendiri) sampai terjadi, kan seperti tragedi kemanusiaan, tapi itu kan nggak terjadi. Kenapa tidak terjadi? Karena Nabi Ibrahim sebetulnya bukan diperintahkan untuk menyembelih putranya dalam pengertian hakiki, tapi diperintahkan untuk menyembelih kecintaannya yang berlebih kepada yang selain Allah SWT,” kata Syarif di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Iduladha Momentum Tingkatkan Semangat untuk Saling Peduli
Menurutnya, peristiwa turunnya perintah untuk berkurban pada Nabi Ibrahim menjadi panduan bagi generasi setelahnya dalam menunjukkan ketakwaan pada Allah, Tuhan alam semesta. Berkurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan yang dikurbankan, tapi juga egoisme manusia itu sendiri.
Dengan perayaan kurban, manusia diingatkan bahwa yang patut dicintai dan diprioritaskan hanyalah Allah, bukan yang lainnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan bahwa perayaan kurban juga sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Hewan kurban yang telah disembelih bukanlah untuk dimakan sendiri, tapi untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Tujuannya, agar sebagian orang yang kurang beruntung bisa ikut merasakan nikmatnya daging kambing, sapi, kerbau, ataupun unta jika di negara-negara timur tengah.
Ibadah yang telah dicontohkan sejak zaman Nabi Ibrahim ini tidak terbatas hanya pada penyembelihan hewan, namun juga mengandung aspek kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam pelaksanaannya.
Baca juga: Iduladha, Ibroh Hijrah Nabi Ibrahim Alaihissalam
Selain itu merupakan sebagai momentum untuk bahu-bahu menegakkan hal-hal baik dan menghalau yang tidak baik seperti radikalisme dan intoleransi.
Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Dr Moch. Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa perayaan kurban sebenarnya adalah untuk menghayati kisah Nabi Ibrahim.
Di masanya, Nabi Ibrahim diberi wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putranya sendiri, yang pada akhirnya diganti dengan seekor domba dan putra kesayangannya pun selamat.
“Andaikata peristiwa itu (menyembelih anak sendiri) sampai terjadi, kan seperti tragedi kemanusiaan, tapi itu kan nggak terjadi. Kenapa tidak terjadi? Karena Nabi Ibrahim sebetulnya bukan diperintahkan untuk menyembelih putranya dalam pengertian hakiki, tapi diperintahkan untuk menyembelih kecintaannya yang berlebih kepada yang selain Allah SWT,” kata Syarif di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Iduladha Momentum Tingkatkan Semangat untuk Saling Peduli
Menurutnya, peristiwa turunnya perintah untuk berkurban pada Nabi Ibrahim menjadi panduan bagi generasi setelahnya dalam menunjukkan ketakwaan pada Allah, Tuhan alam semesta. Berkurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan yang dikurbankan, tapi juga egoisme manusia itu sendiri.
Dengan perayaan kurban, manusia diingatkan bahwa yang patut dicintai dan diprioritaskan hanyalah Allah, bukan yang lainnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan bahwa perayaan kurban juga sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Hewan kurban yang telah disembelih bukanlah untuk dimakan sendiri, tapi untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Tujuannya, agar sebagian orang yang kurang beruntung bisa ikut merasakan nikmatnya daging kambing, sapi, kerbau, ataupun unta jika di negara-negara timur tengah.
Lihat Juga :