Mengapa di Bulan Muharram Dianjurkan Banyak Berpuasa?
Senin, 08 Juli 2024 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah (puasa) di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah (salat) fardhu adalah salat malam.” (HR. Muslim, no. 1163)
Sabdanya, 'Bulan Allah' dinisbatkannya 'bulan' kepada 'Allah' menunjukkan adanya kemuliaan. Al-Qari berkata, 'Tampaknya, yang dimaksud adalah seluruh bulan Muharram.'
Akan tetapi terdapat riwayat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah berpuasa selama sebulan penuh selain bulan Ramadan. Maka hadits di atas dipahami bahwa hendaknya memperbanyak ibadah puasa pada bulan Muharram, bulan berpuasa selama sebulan penuh di bulan tersebut.
Baca juga: Jadwal Puasa Tasu'a, Asyura dan Ayyamul Bidh Berikut Bacaan Niatnya
Wallahu A'lam
Sabdanya, 'Bulan Allah' dinisbatkannya 'bulan' kepada 'Allah' menunjukkan adanya kemuliaan. Al-Qari berkata, 'Tampaknya, yang dimaksud adalah seluruh bulan Muharram.'
Akan tetapi terdapat riwayat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah berpuasa selama sebulan penuh selain bulan Ramadan. Maka hadits di atas dipahami bahwa hendaknya memperbanyak ibadah puasa pada bulan Muharram, bulan berpuasa selama sebulan penuh di bulan tersebut.
Baca juga: Jadwal Puasa Tasu'a, Asyura dan Ayyamul Bidh Berikut Bacaan Niatnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :