Kalender Hijriah Global Tunggal: Kuatnya Paham Rukyat Literal dan Matlak Lokal
Jum'at, 12 Juli 2024 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Susiknan juga mengingatkan bahwa unifikasi merupakan proses panjang. “Kehadiran KHGT tidak serta merta seperti membalikkan tangan. Perbedaan tentu masih akan terjadi, seperti dalam unifikasi kalender miladiah yang memerlukan waktu berabad-abad,” katanya.
Memberi Kepastian
Lalu, mengapa KHGT yang dipilih? Susiknan menjelaskan bahwa umat Islam yang kini menyebar di seluruh penjuru dunia memerlukan kalender hijriah yang mapan untuk memberi kepastian. “Hal ini penting karena ketika terjadi perbedaan dalam memulai Idul Fitri, negara hanya memberi cuti satu hari kepada kaum muslimin, yang tentu saja menyulitkan mereka melaksanakan salat Id dan lain sebagainya,” tambahnya.
Kehadiran KHGT melalui proses panjang untuk mewujudkan solidaritas tingkat global sesuai pesan al-Qur’an dan as-Sunah. Ini juga merupakan upaya membangun peradaban Islam yang lebih baik dan memberi contoh akan pentingnya sistem waktu yang lama terlupakan. "Oleh karena itu, memahami KHGT tidak cukup dengan satu pendekatan semata,” jelas Susiknan.
Baca juga: Muhammadiyah Gunakan Kalender Hijriah Global Mulai Tahun 1446 H
Susiknan menegaskan bahwa KHGT harus dilihat dengan berbagai pendekatan untuk kepentingan bersama dengan memahami Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP) sehingga akan nampak nilai kemaslahatannya bagi kehidupan umat Islam sedunia.
“Saat ini, Islam berkembang pesat di Amerika dan Eropa sehingga keberadaan KHGT menjadi jembatan mengenalkan Islam di tingkat global,” katanya.
“Wajah Islam yang ramah dan sangat menghargai ilmu pengetahuan tergambar dalam konsep KHGT. Ini adalah peluang bagi para mubalig tingkat nasional, regional, bahkan internasional untuk menjelaskan pentingnya KHGT,” lanjutnya.
Sejarah mencatat bahwa Islam berkontribusi positif dalam pengembangan sains modern, sebagaimana dikemukakan oleh para pengkaji sains Islam seperti Mehdi Nakosteen, Abdel Hamid Sabra, dan Raghib as-Sirjani. Bahkan menurut penelitian Agus Purwanto, dalam al-Qur’an, ayat-ayat bernuansa sains lebih banyak dibandingkan ayat-ayat yang bernuansa hukum.
“Dengan demikian, penerimaan terhadap konsep KHGT merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tatanan kehidupan dunia yang lebih baik dan berwawasan ke depan,” tutup Susiknan Azhari.
Baca juga: Begini Jawaban Muhammadiyah Tanggapi Kritik Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal
Memberi Kepastian
Lalu, mengapa KHGT yang dipilih? Susiknan menjelaskan bahwa umat Islam yang kini menyebar di seluruh penjuru dunia memerlukan kalender hijriah yang mapan untuk memberi kepastian. “Hal ini penting karena ketika terjadi perbedaan dalam memulai Idul Fitri, negara hanya memberi cuti satu hari kepada kaum muslimin, yang tentu saja menyulitkan mereka melaksanakan salat Id dan lain sebagainya,” tambahnya.
Kehadiran KHGT melalui proses panjang untuk mewujudkan solidaritas tingkat global sesuai pesan al-Qur’an dan as-Sunah. Ini juga merupakan upaya membangun peradaban Islam yang lebih baik dan memberi contoh akan pentingnya sistem waktu yang lama terlupakan. "Oleh karena itu, memahami KHGT tidak cukup dengan satu pendekatan semata,” jelas Susiknan.
Baca juga: Muhammadiyah Gunakan Kalender Hijriah Global Mulai Tahun 1446 H
Susiknan menegaskan bahwa KHGT harus dilihat dengan berbagai pendekatan untuk kepentingan bersama dengan memahami Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP) sehingga akan nampak nilai kemaslahatannya bagi kehidupan umat Islam sedunia.
“Saat ini, Islam berkembang pesat di Amerika dan Eropa sehingga keberadaan KHGT menjadi jembatan mengenalkan Islam di tingkat global,” katanya.
“Wajah Islam yang ramah dan sangat menghargai ilmu pengetahuan tergambar dalam konsep KHGT. Ini adalah peluang bagi para mubalig tingkat nasional, regional, bahkan internasional untuk menjelaskan pentingnya KHGT,” lanjutnya.
Sejarah mencatat bahwa Islam berkontribusi positif dalam pengembangan sains modern, sebagaimana dikemukakan oleh para pengkaji sains Islam seperti Mehdi Nakosteen, Abdel Hamid Sabra, dan Raghib as-Sirjani. Bahkan menurut penelitian Agus Purwanto, dalam al-Qur’an, ayat-ayat bernuansa sains lebih banyak dibandingkan ayat-ayat yang bernuansa hukum.
“Dengan demikian, penerimaan terhadap konsep KHGT merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tatanan kehidupan dunia yang lebih baik dan berwawasan ke depan,” tutup Susiknan Azhari.
Baca juga: Begini Jawaban Muhammadiyah Tanggapi Kritik Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal
(mhy)
Lihat Juga :