Ketika Sebuah Cerita Nashruddin Dibaca dan Direnungkan, Sesuatu Akan Terjadi

Senin, 24 Agustus 2020 - 10:31 WIB
loading...
A A A
"Ya. Aku menangis karena berpikir bahwa ibumu yang tua meninggal, sungguh malang, dan meninggalkan seseorang sepertimu di negeri orang yang hidup." (Baca juga: Mullah Nashruddin, Cerita Menuju Awal Pencerahan )

Idries Shah dalam The Sufi menjelaskan dilihat dari sudut pandang realitas, yang merupakan sudut pandang Sufi, sistem metafisis lainnya mengandung beberapa kerugian yang parah, sebagian pantas dipertimbangkan.

Apa yang dikatakan oleh seorang mistikus tentang pengalaman-pengalamannya, ketika disampaikan dalam kata-kata, selalu membentuk suatu penyelewengan fakta yang hampir-hampir tidak berguna. Selain itu, penyelewengan ini bisa diulang oleh orang lain secara cukup mengesankan untuk bisa terlihat mendasar dan mendalam; tetapi dalam dirinya sendiri ia tidak memiliki nilai yang mencerahkan.

Bagi Sufi, mistisisme bukan persoalan berjalan ke sana ke mari dan memperoleh pencerahan, dan kemudian berupaya mengungkapkan sesuatu dari pencerahan tersebut. Ia merupakan suatu upaya yang berhubungan dengan kesejatian wujudnya dan menghasilkan suatu kaitan antara seluruh kemanusiaan dan dimensi ekstra pemahaman.

Baca juga: Mullah Nashruddin, Berburu, dan Kuah Sup Bebek

Seluruh persoalan ini -- dan ada beberapa lagi -- secara bersamaan dicakup dalam salah satu dari cerita Nashruddin:

Mullah telah kembali ke desanya dari ibukota kerajaan, dan para penduduk desa mengerumuninya untuk mendengar apa yang akan ia ceritakan tentang petualangannya.

"Pada saat ini," ucap Nashruddin, "aku hanya ingin mengatakan bahwa raja telah berbicara kepadaku."

Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup?

Ada desah kekaguman. Seorang warga dari desa mereka benar-benar telah diajak bicara oleh raja! Berita menggemparkan tersebut lebih dari cukup bagi orang-orang desa itu. Mereka menyebarkan berita mengagumkan tersebut.

Tetapi pada akhirnya mereka bertanya-tanya apa kiranya yang telah dikatakan kepada Nashruddin.

"Apa yang telah ia katakan -- berbeda jauh dari apa yang kalian duga -- adalah, 'Menyingkirlah dari hadapanku!'"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Teleskop Luar Angkasa...
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Deteksi Bulan Baru Uranus
Suara Menyeramkan di...
Suara Menyeramkan di Palung Mariana Ternyata Berasal dari Mahkluk Ini
Artikel Terkini
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Infografis
Empat Fenomena Astronomi...
Empat Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved