Hijrah, Hidayah Allah SWT yang Tidak Semua Hamba Mendapatkannya
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
Hijrah untuk berlari menjauhi maksiat dan mendatangi ridha Allah, semua adalah kehendak Allah yang tidak semua hamba bisa mendapatkannya. Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Ketetapan hati untuk berhijrah , hakikatnya adalah ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala. Hijrah untuk berlari menjauhi maksiat dan mendatangi ridha Allah, semua adalah kehendak Allah yang tidak semua hamba bisa mendapatkannya.
Karena itu, hidayah hijrah adalah anugerah yang tiada terkira bagi seorang hamba.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman :
“Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk.” (HR. Muslim)
Hadis itu memberikan beberapa pelajaran, yakni:
1. Bila seorang bertanya tentang anugerah Allah yang terindah, maka hidayahlah jawabannya.
Bisa salat tepat waktu karena hidayah dari Allah. Bisa puasa karena hidayah dari Allah. Muslimah bisa menuntut ilmu karena hidayah dari Allah, dan seterusnya. Bahkan, kita bisa hidup bersama Allah karena hidayah-Nya. Merasakan manisnya iman dan indahnya Islam juga karena hidayah-Nya.
2. Allah Ta’ala memerintahkan kita, untuk meminta petunjuk-Nya, karena hanya Allah saja yang bisa membuka hati kita, menjadikan hati tunduk dan ridho terhadap kebenaran.
3. Hidayah adalah anugerah Allah yang teragung dan terindah.
Bila kita diperintahkan untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah, maka nikmat hidayah adalah yang paling harus kita syukuri. Syukur dengan ucapan, perbuatan dan pengakuan bahwa nikmat itu datang dari Allah.
4. Imam Asy-Syuyuthi rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya, mengenai sebab turunnya ayat dibawah ini.
Karena itu, hidayah hijrah adalah anugerah yang tiada terkira bagi seorang hamba.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman :
يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ
“Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk.” (HR. Muslim)
Hadis itu memberikan beberapa pelajaran, yakni:
1. Bila seorang bertanya tentang anugerah Allah yang terindah, maka hidayahlah jawabannya.
Bisa salat tepat waktu karena hidayah dari Allah. Bisa puasa karena hidayah dari Allah. Muslimah bisa menuntut ilmu karena hidayah dari Allah, dan seterusnya. Bahkan, kita bisa hidup bersama Allah karena hidayah-Nya. Merasakan manisnya iman dan indahnya Islam juga karena hidayah-Nya.
2. Allah Ta’ala memerintahkan kita, untuk meminta petunjuk-Nya, karena hanya Allah saja yang bisa membuka hati kita, menjadikan hati tunduk dan ridho terhadap kebenaran.
3. Hidayah adalah anugerah Allah yang teragung dan terindah.
Bila kita diperintahkan untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah, maka nikmat hidayah adalah yang paling harus kita syukuri. Syukur dengan ucapan, perbuatan dan pengakuan bahwa nikmat itu datang dari Allah.
4. Imam Asy-Syuyuthi rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya, mengenai sebab turunnya ayat dibawah ini.
Lihat Juga :