Kisah Damaskus Runtuh: Jenderal Byzantium Kehilangan Mata dan Ribuan Tentara
Senin, 22 Juli 2024 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Menyerang dan menguasai Damaskus pada waktu itu bukanlah pekerjaan mudah. Damaskus pada waktu itu dilindungi dinding tebal dan cukup tinggi untuk pertahanan kota dan mempunyai enam gerbang utama untuk memasuki kota.
Baca juga: Selalu Menang Perang, Khalid bin Walid Tabaruk dengan Rambut Nabi
Guy Le Strange dalam bukunya berjudul "The Medieval Islamic World" menggambarkan bahwa setiap pintu dan dinding dijaga dengan ketat oleh pasukan Byzantium.
Khalid bin Walid mengetahui pertahanan Byzantium di Damaskus sangat sempurna sehingga ia mempunyai strategi untuk mengalahkan mereka; yaitu dengan cara mengisolasi Damaskus dari segala penjuru agar transportasi menuju kota itu terputus.
Transportasi yang terputus membuat komunikasi Damaskus dengan Konstantinopel terhambat, dan distribusi kebutuhan pokok terganggu sehingga kota tersebut dapat dikuasai dengan mudah jika sewaktu-waktu menyerah karena kehabisan sumber makanan.
Kala itu, Khalid memerintahkan enam gerbang dikepung oleh pasukan Islam selama pertempuran. Bab Thaumah dikepung oleh pasukan Syurahbil, Bab al-Jabiah dikepung oleh pasukan Abu Ubaidah, Bab al-Faradis dikepung oleh pasukan Amr bin al-Ash, Bab alKisan dan Bab al-Shaghir dikepung oleh pasukan Yazid bin Abi Sufyan, dan Bab al-Syarqi dikepung oleh pasukan Rafai bin Umair.
Konsentrasi pasukan yang terpecah di setiap gerbang membuat pasukan Byzantium berinisiatif menyerang. Jenderal perang Byzantium di Damaskus, Thomas, akhirnya melancarkan serangan di gerbang al-Thaumah yang pada waktu itu dikepung oleh Syurahbil.
Baca juga: Pembebasan Irak: Kontroversi Banjir Darah yang Diciptakan Khalid bin Walid
Serangan Byzantium tersebut gagal, bahkan Thomas kehilangan mata kanannya. Dendam terhadap kegagalan serangan pertama, Thomas kembali melancarkan serangan yang kedua, bertujuan mengurangi kekuatan pasukan Khalid dan mengakhiri pengepungan terhadap Damaskus. Pada serangan kedua ini, Thomas juga mengalami kegagalan bahkan kehilangan ribuan tentaranya
Keberhasilan Khalid mengalahkan Damaskus tidak dapat dipisahkan dari rakyat Damaskus sendiri. Seorang pemimpin gereja di Damaskus memberikan informasi penting bahwa pada malam hari Damaskus akan merayakan sebuah pesta sehingga Khalid beserta pasukan pilihannya memutuskan untuk memanjat dinding untuk membuka gerbang timur atau Bab al-Syarqi pada tangga tersebut.
Terbukanya Bab al-Syarqi padamalam itu membuat pasukan Islam dengan leluasa memasuki Damaskus dan memulai peperangan dalam kota. Kondisi pasukan Byzantium yang tidak siap mengakibatkan mereka terdesak dan dapat dikalahkan dengan mudah.
Baca juga: Selalu Menang Perang, Khalid bin Walid Tabaruk dengan Rambut Nabi
Guy Le Strange dalam bukunya berjudul "The Medieval Islamic World" menggambarkan bahwa setiap pintu dan dinding dijaga dengan ketat oleh pasukan Byzantium.
Khalid bin Walid mengetahui pertahanan Byzantium di Damaskus sangat sempurna sehingga ia mempunyai strategi untuk mengalahkan mereka; yaitu dengan cara mengisolasi Damaskus dari segala penjuru agar transportasi menuju kota itu terputus.
Transportasi yang terputus membuat komunikasi Damaskus dengan Konstantinopel terhambat, dan distribusi kebutuhan pokok terganggu sehingga kota tersebut dapat dikuasai dengan mudah jika sewaktu-waktu menyerah karena kehabisan sumber makanan.
Kala itu, Khalid memerintahkan enam gerbang dikepung oleh pasukan Islam selama pertempuran. Bab Thaumah dikepung oleh pasukan Syurahbil, Bab al-Jabiah dikepung oleh pasukan Abu Ubaidah, Bab al-Faradis dikepung oleh pasukan Amr bin al-Ash, Bab alKisan dan Bab al-Shaghir dikepung oleh pasukan Yazid bin Abi Sufyan, dan Bab al-Syarqi dikepung oleh pasukan Rafai bin Umair.
Konsentrasi pasukan yang terpecah di setiap gerbang membuat pasukan Byzantium berinisiatif menyerang. Jenderal perang Byzantium di Damaskus, Thomas, akhirnya melancarkan serangan di gerbang al-Thaumah yang pada waktu itu dikepung oleh Syurahbil.
Baca juga: Pembebasan Irak: Kontroversi Banjir Darah yang Diciptakan Khalid bin Walid
Serangan Byzantium tersebut gagal, bahkan Thomas kehilangan mata kanannya. Dendam terhadap kegagalan serangan pertama, Thomas kembali melancarkan serangan yang kedua, bertujuan mengurangi kekuatan pasukan Khalid dan mengakhiri pengepungan terhadap Damaskus. Pada serangan kedua ini, Thomas juga mengalami kegagalan bahkan kehilangan ribuan tentaranya
Keberhasilan Khalid mengalahkan Damaskus tidak dapat dipisahkan dari rakyat Damaskus sendiri. Seorang pemimpin gereja di Damaskus memberikan informasi penting bahwa pada malam hari Damaskus akan merayakan sebuah pesta sehingga Khalid beserta pasukan pilihannya memutuskan untuk memanjat dinding untuk membuka gerbang timur atau Bab al-Syarqi pada tangga tersebut.
Terbukanya Bab al-Syarqi padamalam itu membuat pasukan Islam dengan leluasa memasuki Damaskus dan memulai peperangan dalam kota. Kondisi pasukan Byzantium yang tidak siap mengakibatkan mereka terdesak dan dapat dikalahkan dengan mudah.
Lihat Juga :