Muhammadiyah Dukung Fatwa ICJ Pendudukan Israel Ilegal, Jajaki Pola Sinergi Kemerdekaan Palestina
Kamis, 25 Juli 2024 - 19:26 WIB
loading...
Prof Dr Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Foto: PP Muhammadiyah
A
A
A
Muhammadiyah menyambut positif keputusanInternational Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional yang mengeluarkan fatwa bahwa hukum, pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal dan meminta Israel untuk hengkang dari Palestina .
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir , menilai fatwa hukum itu tepat, lantaran selama ini Israel tidak memberi solusi apapun untuk komitmen global. “Bahkan justru melakukan agresi yang terus menerus, yang memakan korban ribuan anak-anak Palestina dari semua golongan,” kata Haedar sebagaimana dilansir laman resmi PP Muhammadiyah, Kamis 25 Juli 2024.
Oleh karena itu, Haedar mendukung penuh status sebagai negara ilegal yang ditetapkan Mahkamah Internasional kepada Israel. Karena Israel menurutnya telah melakukan pelanggaran kemanusiaan dalam bentuk genosida.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Membantu Palestina
Melihat berlarut-larutnya konflik yang terjadi antara Palestina dengan Israel, kata Haedar, peradaban modern berada pada titik buntu, ketika tidak ada solusi untuk konflik berkepanjangan itu.
“Bahkan dunia modern mengalami kejatuhan peradaban sebenarnya, karena masih melakukan tindakan-tindakan bukan lagi genosida. Padahal kita dahulu mencoba mengakhiri Perang Dunia II,” katanya.
Padahal pasca Perang Dunia II diharapkan sudah tidak akan terjadi lagi praktik-praktik kekerasan – genosida maupun perang atas dasar apapun. Haedar berharap PBB untuk segera mencari solusi.
“Pertama hentikan seluruh proses agresi, yang kedua memang harus ada jalan baru menyelesaikan Palestina dan Israel itu. Dan terakhir jangan ada sikap permisif baik oleh negara, maupun kelompok-kelompok non-negara terhadap Israel. Apapun kita harus punya sikap,” tegas Haedar.
Melihat konflik Palestina dengan Israel dalam konteks Indonesia, Haedar menyebut ini bukan tentang agama, tapi masalah kolonialisme di era modern.
Baca juga: Muhammadiyah Salurkan Bantuan Rp13 Miliar untuk Palestina
Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyusun dan menjajaki pola sinergi untuk mendukung dan konsolidasi untuk kemerdekaan Rakyat Palestina.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang juga mubalig muda, Ustaz Adi Hidayat dalam acara Konsolidasi Nasional Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Jakarta Pusa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir , menilai fatwa hukum itu tepat, lantaran selama ini Israel tidak memberi solusi apapun untuk komitmen global. “Bahkan justru melakukan agresi yang terus menerus, yang memakan korban ribuan anak-anak Palestina dari semua golongan,” kata Haedar sebagaimana dilansir laman resmi PP Muhammadiyah, Kamis 25 Juli 2024.
Oleh karena itu, Haedar mendukung penuh status sebagai negara ilegal yang ditetapkan Mahkamah Internasional kepada Israel. Karena Israel menurutnya telah melakukan pelanggaran kemanusiaan dalam bentuk genosida.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Membantu Palestina
Melihat berlarut-larutnya konflik yang terjadi antara Palestina dengan Israel, kata Haedar, peradaban modern berada pada titik buntu, ketika tidak ada solusi untuk konflik berkepanjangan itu.
“Bahkan dunia modern mengalami kejatuhan peradaban sebenarnya, karena masih melakukan tindakan-tindakan bukan lagi genosida. Padahal kita dahulu mencoba mengakhiri Perang Dunia II,” katanya.
Padahal pasca Perang Dunia II diharapkan sudah tidak akan terjadi lagi praktik-praktik kekerasan – genosida maupun perang atas dasar apapun. Haedar berharap PBB untuk segera mencari solusi.
“Pertama hentikan seluruh proses agresi, yang kedua memang harus ada jalan baru menyelesaikan Palestina dan Israel itu. Dan terakhir jangan ada sikap permisif baik oleh negara, maupun kelompok-kelompok non-negara terhadap Israel. Apapun kita harus punya sikap,” tegas Haedar.
Melihat konflik Palestina dengan Israel dalam konteks Indonesia, Haedar menyebut ini bukan tentang agama, tapi masalah kolonialisme di era modern.
Baca juga: Muhammadiyah Salurkan Bantuan Rp13 Miliar untuk Palestina
Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyusun dan menjajaki pola sinergi untuk mendukung dan konsolidasi untuk kemerdekaan Rakyat Palestina.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang juga mubalig muda, Ustaz Adi Hidayat dalam acara Konsolidasi Nasional Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Jakarta Pusa.
Lihat Juga :